(Taiwan, ROC) - Yuan Eksekutif hari Kamis, 22 Agustus, menyetujui laporan “Peraturan pembuatan dan penggantian KTP elektronik (eID)” yang diajukan Kementrian Dalam Negeri.
Menurut rencana, proses pembuatan dan penggantian eID akan dimulai Oktober depan, dan diperkirakan hingga Maret 2023 penggantian untuk 23,59 juta penduduk Taiwan akan diselesaikan, memakan dana sebesar NT$4,8 milyar.
Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menegaskan, ini adalah kebijakan penting dalam program digitalisasi administrasi pemerintah, diharapkan layanan yang diberikan pada rakyat bisa terintegrasi menjadi lebih inovatif dan cerdas, dan melalui data yang terkumpul bisa selanjutnya membantu pemerintah dalam menetapkan kebijakan bermutu.
Berdasarkan perencanaan Kementrian Dalam Negeri, di tahap awal eID hanya berfungsi sebagai identifikasi penduduk. Hanya setelah Dewan Perkembangan Nasional (NDC) menyelesaikan infrastuktur jaringan digitalisasi pemerintah, fungsi-fungsi tambahan seperti surat izin mengemudi dan kartu asuransi kesehatan nasional baru akan disematkan ke dalam eID.
Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Tsung-yen (陳宗彥) mengatakan, “Fungsi seperti SIM, kartu asuransi kesehatan nasional dan virtualisasi lain akan direncanakan di tahap berikutnya, termasuk pembangunan lingkungan keamanan data dan informasi, khususnya di lembaga pemerintah. Setelah keamanan sepenuhnya terjamin dan terkoordinasi antar lembaga, fungsi-fungsi lain tadi baru akan dipromosikan.”
Sekedar informasi, KTP elektronik (eID) yang diadopsi akan terbuat dari bahan PC, dilapisi bahan tahan luntur, dicetak dengan tulisan laser dan dilengkapi dengan chip penyimpan data pribadi. Sejumlah informasi akan dicetak di atas kartu eID, antara lain nama, nomor KTP dan tanggal lahir di bagian depan, dan di bagian enkripsi akan tercantum nama pasangan, nama orang tua, tempat lahir, jenis kelamin dan foto.