(Taiwan, ROC) – Dewan Pertanian pada bulan Juli lalu mengumumkan bahwa kawasan pulau Taiwan, pulau Penghu, Pulau Mazu, diprediksi per bulan Mei 2020 mendatang, secara resmi akan dicabut dari daftar wilayah epidemi virus flu babi. Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus dalam akun LINE juga mengunduh tulisan yang menyebutkan bahwa daging babi produksi asal Taiwan, paling cepat tahun depan sudah bisa kembali diekspor ke luar negeri, semua ini berkat proses pengontrolan keras terhadap merebaknya virus flu babi, sehingga turut menuai pengakuan dari dunia internasional atas upaya keras yang dilakukan oleh seluruh pihak.
PM Su Tseng-chang menjelaskan bahwa lokasi sarana penelitian sanitasi binatang peliharaan rumah yang bernaung di bawah Dewan Pertanian, pada pekan ini telah berhasil diajukan dengan nama Taiwan, yang kelak akan menjadi rekan kerja sama dengan GFRA internasional, yang juga memberikan makna atas pengakuan dunia terhadap langkah dan tugas penelitian yang dilakukan oleh Taiwan terkait masalah virus flu babi, diakui mampu mencapai tahap standar internasional. Kepala Dewan Pertanian Chen Chi-chung, dalam akun facebooknya menuliskan pesan bahwa kali ini berhasil ikut serta bergabung dalam keanggotaan GFRA, menunjukkan bahwa upaya kerja keras yang dilakukan oleh Taiwan, mampu diakui menjadi sebuah dobrakan kenyataan perpolitikan internasional, dan terus menjalin hubungan serta keikutsertaan dalam berbagai organisasi yang berskala dunia.
PM Su menambahkan bahwa di Taiwan, semangkok nasi bersiram kecap babi, menjadi sebuah mediator pengingat akan kisah perjalanan tugas yang harus ditempuh oleh para peternak babi, petugas laboratorium, pakar ahli dan masih banyak lagi mereka yang turut dalam perjuangan memberantas virus flu babi. Dan pemerintah akan terus melanjutkan tugas perlindugannya kepada binatang ternak jenis babi Taiwan.