(Taiwan, ROC) - Warga Taiwan utara harus meningkatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, kasus penyebaran lokal DBD pertama di New Taipei untuk tahun ini telah dikonfirmasi Departemen Kesehatan Pemerintah Kota New Taipei, pada hari Rabu, 14 Agustus.
Pasien, seorang pria yang tinggal di Distrik Zhonghe, tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu dekat, tapi ia mulai menunjukkan gejala demam berdarah seperti sakit kepala, demam dan nyeri otot mulai 5 Agustus.
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengonfirmasi pada hari sebelumnya bahwa itu adalah kasus demam berdarah indigenous pertama di New Taipei tahun ini.
Hsu Chao-cheng (許朝程), wakil komisioner Departemen Kesehatan New Taipei, mengatakan kepada pers bahwa pasien telah pulih, meskipun rekan kerjanya, yang tinggal di distrik tetangga yakni Yonghe, juga dinyatakan positif terkena dengue.
Langkah-langkah bertujuan untuk membersihkan tempat-tempat pengembangbiakan nyamuk telah diluncurkan di daerah-daerah dalam jarak 200 meter dari tempat kerja dan rumah pasien, kata Hsu.
Dengue atau demam berdarah adalah penyakit menular melalui gigitan nyamuk. Pasien yang terinfeksi akan menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.
CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala-gejala tersebut, karena andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%.