History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pakar Ahli: Ombak Panas Mempercepat Kematian Batu Koral dan Karang

  • 10 August, 2019
  • 譚雲福
Pakar Ahli: Ombak Panas Mempercepat Kematian Batu Koral dan Karang
Pakar Ahli: Ombak Panas Mempercepat Kematian Batu Koral dan Karang

        (Taiwan, ROC) – Merujuk kepada laporan hasil penelitian terbaru dari University of New South Wales di Australia, yang diluncurkan pada hari Jumat tanggal 9 Agustus, arus laut panas yang ada di laut telah mempercepat kematian banyak batu koral dan karang, sehingga hal ini juga turut mempercepat waktu dibanding dengan prediksi perubahan habitat sebelumnya.

        Para pakar ahli sebelumnya juga telah memberikan pandangan bahwa dengan kondisi pemanasan global yang ada, maka akan meningkatkan suhu air di laut, yang mana hal ini dikarenakan adanya sebuah proses pemutihan di laut samudera, dan lantas kemudian mendatangkan bencana yang mematikan bagi habitat batu koral dan karang di laut. Suhu yang panas tentu akan membunuh mati karang laut yang ada, selain itu juga membunuh berbagai jenis rumput laut yang ada.

        Dalam laporan penelitian tersebut, jika terjadi peristiwa pemutihan sekali lagi, misalnya pada tahun 2016 hingga 2017, yang menyerang bentangan batu karang terbesar di dunia yang ada di Australia, Great Barrier Reef, maka pada akhirnya hanya membutuh waktu beberapa bulan atau proses beberapa tahun saja, akan mampu membunuh kabitat karang yang ada.

        Jika suhu air di laut meningkat, maka pemutihan pada bagian batu karang akan kembali terjadi.

        Tetapi dari sebuah hasil penelitian terbaru, juga ditemukan bahwa arus air laut yang memanas yang paling parah, memang mampu merusak konstruksi tulang batu karang yang ada, dan hanya dalam kurun waktu beberapa hari saja atau beberapa pekan, maka akan mampu segera membunuh species terkait.

        Hasil laporan penyelidikan ini ditulis bersama oleh para pakar ahli, misalnya Tracy Ainsworth, yang menyebutkan bahwa arus air laut yang memanas maka akan mempercepat proses pemutihan batu karang, yang mana sebenarnya merupakan pertanda bahwa batu karang dan koral tersebut tengah memasuki tahapan menuju kematian.

        Pakar ahli lain yang juga turut serta dalam penelitian ini, Scott Heron dari James Cook University menyampaikan bahwa karena adanya serangan arus air laut yang memanas, yang berada di luar prediksi serta pengalaman yang saat ini dimiliki, maka bentuk perubahan seperti apa ke depannya, masih harus diamati lebih lanjut.

        Pada tahun 2016 hingga 2017, telah terjadi pemutihan batu karang yang ada, sehingga memberikan dampak pengaruh terhadap hampir setengah kabitat batu karang dan koral yang ada. Great Barrier Reef yang berada di Australia sendiri, memiliki ukuran sebesar 2.300 km di sebelah timur Australia, adalah salah satu 7 keajaiban dunia, dan juga telah dikategorikan masuk ke dalam warisan dunia yang patut mendapatkan perlindungan.

Komentar

Terbarumore