(Taiwan, ROC) - Seorang kapten Taiwan dan lima ABK dari Indonesia dikhawatirkan hilang di laut setelah ditemukannya sebuah kapal terbalik di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai oleh penjaga pantai Taiwan, Rabu.
Chuan Yi Tsai No. 1 (全億財一號) yang terdaftar di Yilan berangkat dari Pelabuhan Wushi di Yilan, Taiwan timur laut, menuju perairan lepas pantai timur Taiwan pada 2 Agustus, kata pemiliknya.
Kapal itu semula dijadwalkan pulang pada 4 Agustus, tetapi sudah kehilangan kontak sejak Selasa pukul 13:00 siang, dan lokasi terakhir kapal yang diketahui adalah 19 mil laut di sebelah timur Desa Suao, Yilan.
Menurut pemilik kapal, ada enam orang di atas kapal, seorang kapten bermarga Lai (賴) berusia 66 tahun dan lima ABK Indonesia.
Administrasi Penjaga Pantai (Coast Guard Administration/CGA) Taiwan dan pihak berwenang dari Jepang masing-masing mengirim kapal dan helikopter untuk mencari kapal yang hilang.
Setelah menerima informasi dari penjaga pantai Jepang, kapal patroli CGA menemukan sebuah kapal nelayan yang sudah terbelah menjadi dua, mengapung di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai pada hari Rabu sekitar pukul 7:00 pagi.
Akibat visibilitas yang buruk, kapal patroli tidak dapat mengkonfirmasi apakah kapal terbalik adalah Chuan Yi Tsai No. 1, tapi sebuah jaket pelampung bertulisan bekas nama kapal dalam karakter Tionghoa tradisional, ditemukan di tempat kejadian.
Kapal CGA kemudian harus meninggalkan tempat karena angin kencang dan kondisi laut yang semakin ganas dengan mendekatnya taifun Lekima. Misi pencarian dan penyelamatan akan segera dilanjutkan setelah cuaca memungkinkan, tutur CGA.
Sementara itu, sudah ada update tentang ditahannya kapal kargo Taiwan “Yung Man Shun” (永滿順號) oleh pihak maritim Republik Indonesia. Kapal yang ditahan sejak Selasa di Batam itu dipastikan telah dibebaskan sehari berikutnya, yakni hari Rabu, setelah diberi peringatan atas kelalaian untuk menyalakan sistem identifikasi otomatis (AIS), saat transit melalui Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (EEZ).
“Yung Man Shun” sekarang sedang berlayar kembali ke Taiwan beserta 21 ABK di atas kapal.