(Taiwan, ROC) – Pada tanggal 27 Juli, tepatnya di dusun Guang Yuan, desa Hai Duan di Kabupaten Taitung, warga setempat berhasil menyelamatkan seekor anak beruang, yang kemudian diberi nama Beruang Guan Yuan, namun hingga kini, telah 5 hari masih juga belum ditemukan dimana gerangan sang ibu. Pihak Departemen Perhutanan menyampaikan bahwa tidak ditemukan bukti jika ada unsur penangkapan terhadap ibu beruang, yang pasti anak beruang dalam kondisi baik, dan jika masih belum menemukan ibu beruang, maka pihaknya baru akan melakukan pembahasan lebih lanjut.
Tanggal 27 Juli, seekor anak beruang terpisah dengan sang ibu, pakar ahli dari Departemen Perhutanan dan pakar ahli lainnya melakukan penelitian lebih lanjut, dan berpendapat bahwa sang ibu berkemungkinan berada di dalam kawasan yang sama dan tidak terlampau jauh. Oleh sebab itu, anak beruang tersebut ditempatkan di sebuah kandang yang dapat termonitor dan berpintu otomatis di sekitar kawasan tersebut, guna menunggu sang ibu beruang datang mendekat.
Kepala Departemen Perhutanan Liu Chiung-lien pada hari Jumat tanggal 2 Agustus menyampaikan bahwa beruang Guang Yuan telah menanti selama 5 hari, namun sang ibu beruang masih saja belum ditemukan. Walau demikian, anak beruang berada dalam kondisi yang baik, dan pihak Departemen Perhutanan telah melakukan antisipasi awal penanganan anak beruang sejak hari pertama, jika masih belum menemukan ibu beruang, pihaknya akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan para pakar ahli.
Walau tersebar rumor bahwa ada kemungkinan sang ibu beruang telah meninggal atau ditangkap manusia, pihak Departemen Perhutanan menjawab bahwa ada beberapa alasan ibu beruang meninggalkan anaknya, antara lain sang ibu beruang mengalami kecelakaan atau meninggal, atau karena kaget terganggu, misalnya adanya sekelompok manusia atau kekurangan bahan makanan, sehingga sang ibu barulah menenelantarkan sang anak. Selain itu, jika sang anak beruang telah cukup aktif, maka akan meninggalkan sang ibu, meskipun tidak terlampau jauh. Alasan lainnya karena kondisi lingkungan sekitar, jurang atau lembah yang menghalangi perjalanan beruang, perubahan cuaca, atau karena kondisi kesehatan sang anak beruang yang tidak mampu mengikuti jejak langkah sang ibu.
Merujuk kepada pihak Departemen Perhutanan, hingga kini masih belum ditemukan adanya tanda-tanda jika sang ibu beruang tertangkap oleh manusia atau meninggal. Dalam kenyataan di lapangan, sebelumnya juga sempat ditemukan seekor beruang jantan yang terperosok masuk dalam perangkap di kawasan Hualien, untungnya masyarakat setempat yang mayoritas adalah suku adat asli, segera melaporkannya kepada pihak Departemen Perhutanan, dan segera dilakukan pertolongan.
Kini, boleh dikatakan situasi penangkapan beruang hitam sudah tidak ada lagi. Hal ini dikarenakan adanya pengawasan ketat dari pihak pemerintah, dan jika ditemukan adanya aksi penangkapan beruang hitam oleh manusia, maka akan dijerat dengan pasal hukuman yang berat, terlebih-lebih jika untuk dijual ke luar negeri, yang akan sangat mudah untuk diketahui oleh instansi yang berwajib.