(Taiwan, ROC) Badan Maritim Guangdong Daratan Tiongkok pada hari ini (29/7) merilis peringatan navigasi, mulai hari ini pukul 6 pagi hingga 2 Agustus akan menggelar latihan militer. Sementara dalam posting di facebook mantan kapal perang dan guru pengajar di akademi Naval Lu Li-shih mengemukakan ada bagian yang telah melampaui batas teritorial. Pihak Kemenhan mengemukakan, definisi batas perairan yang disampaikan Lu Li-shih dan Kemenhan ada kesalahan, maka penjelasan mengenai latihan militer yang dijalankan oleh Daratan Tiongkok yang melibatkan keamanan nasional, jika tidak diverifikasi terlebih dahulu dan disampaikan ke publik akan mudah menyebabkan keraguan dan mengganggu ketenangan masyarakat, maka pihak Kemenhan mempertegas penjelasannya.
Kemenhan mengemukakan, hingga saat ini Daratan Tiongkok tidak pernah menyerah memberikan ancaman kepada Taiwan, latihan militer tahunan yang digerakkan di Laut Timur dan pantai tenggara, menimbulkan sikap kontra dari 23 juta masyarakat Taiwan, hal ini sangat tidak bermanfaat dalam pembinaan hubungan lintas selat, bahkan merusak kestabilan dan perdamaian regional. Kemenhan menekankan, menghadapi ancaman yang semakin parah dan perubahan situasi, Kemenhan bersikap bertanggung jawab.
Jubir Kemenhan Mayor Jendral Shih Shun-wen mengatakan, militer mengadopsi sistem pertahanan ISR mengawasi teritorial laut, udara, penanganan yang optimal demi menjaga keamanan negara, menjamin stabilitas regional dan mengimbau masyarakat untuk tidak kuatir.
Kemenhan mengemukakan, menghadapi ancaman musuh, militer terus meningkatkan peralatan tempur dan mengup-grade kekuatan penting pertahanan nasional, diyakin militer mampu untuk membela dan mempertahankan kestabilan nasional, melindungi negara dan menjaga kebebasan, kedaulatan dan demokrasi rakyat Republik Tiongkok.