(Taiwan, ROC) Taiwan's Chinese National Federation of Industries(CNFI) pada hari Senin ini (29/7) mengeluarkan buku putih 2019 bertemakan “memikul tanggung jawab”, mengusulkan 211 item usulan kebijakan diantaranya 9 sektor yang meliputi manufaktur, energi hijau, lingkungan dan keselamatan dan kesehatan, pajak finansial, perihal antar selat . Diantaranya, permasalahan kekurangan listrik juga menjadi topik kekuatiran dari pelaku industri, walaupun pemerintah memastikan perpanjangan pabrik pembangkit tenaga nuklir dan PLTN 4 akan diaktifkan kembali, dan menjamin tahun 2025 Taiwan tidak akan kekurangan listrik, akan tetapi berdasarkan rasio energi dalam 7 tahun, skala kebutuhan listrik semakin besar, untuk kawasan Utara kekurangan listrik akan semakin meluas maka disarankan pabrik pembangkit listrik tenaga nuklir tetap disiagakan.
Ketua CNFI Wang Wen-yuan (王文淵) beranggapan, maintenance untuk energi hijau sangat mahal, mengambil contoh tiga pulau yakni pulau Three Mile di Pennsylvania, Chernobyl dan Fukushima yang mengalami musibah nuklir, maka menekankan pabrik listrik nuklir yang terutama diprioritaskan adalah keselamatan.
Wang Wen-yuan mengatakan, “Jika Anda melihat 2 kejadian ini, 3 permasalahan nuklir, semuanya tidak semestinya terjadi, jika dilihat pada prinsipnya energi nuklir tergolong aman, sementara di seberang selat Taiwan juga banyak pabrik energi nuklir, jika saja terjadi musibah, saya merasa Taiwanpun tidak bisa mengelak.”
Buku putih kali ini selain menyakini perhatian pemerintah terhadap usulan yang tertuang dalam buku putih CNFI, juga memberikan ucapan terima kasih kepada Kepala NDC Chen Mei-ling (陳美伶) yang memimpin rapat pertemuan, sehingga ada lebih dari 27 jenis permasalahan yang belum terselesaikan kini telah teratasi. Berdasarkan pendataan yang dilakukan CNFI, tingkat kepuasan dari pelaku bisnis terhadap respon pemerintah mencapai 74,46%, angka ini memecah rekor dalam waktu 11 tahun persentase hanya selalu berkisar 60%. NDC mengemukakan, usulan kebijakan yang disampaikan CNFI pada tahun ini mencapai 211 item, mengeluarkan buku putih tentang pemecahan permasalahan yang dihadapi, dilihat secara per item permasalahan, serta aktif memainkan peran komunikasi dan koordinasi antar instansi, bersama kementerian terkait lebih bersikap memberikan pelonggaran dan mengakar, demi membantu menghilangkan hambatan yang dialami oleh pelaku usaha, meningkatkan momentum pertumbuhan ekonomi.