(Taiwan, ROC) Perdana Menteri Su Tseng-chang memohon agar jajaran kabinet “merakyat”, bulan Agustus mendatang akan memimpin kabinetnya turun ke desa dan bersama pimpinan kementerian untuk memberikan penjelasan mengenai kebijakan pemerintahan. Media melaporkan, dalam rangka menghimpun dukungan maka PM Su Tseng-chang merancang perjalanan ke desa, namun juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka pada hari Senin ini (29/7) mengelak tujuan perjalanan ini bukan untuk menghimpun dukungan untuk pemilu 2020 namun adalah untuk memberikan penjelasan tentang kebijakan pemerintahan dan berkomunikasi dengan masyarakat. Kolas mengatakan, tema PM Su Tseng-chang turun ke desa untuk memberikan keterangan mengenai kebijakan pemerintahan di sektor pertanian, dialog industri atau melakukan pertukaran dengan organisasi lainnya, untuk memberikan kabar “ada pemerintah” dan “pemerintah terus bekerja”.
Pertemuan akbar parpol KMT yang berlangsung pada tanggal 28 Juli secara resmi mencalonkan walikota Han Kuo-yu ikut dalam pemilihan presiden 2020, wakil PM Chen Chi-mai(陳其邁) pada hari ini saat melakukan inspeksi lingkungan air untuk sungai Fengshan kota Kaoshiung mengatakan, harapan Han Kuo-yu begitu besar, semestinya lebih baik dikonsentrasikan pada penyelesaian masalah yang dihadapi warga Kaoshiung. Chen Chi-mai mengatakan, masa jabatan Han Kuo-yu sebagai walikota Kaoshiung telah 7 bulan berjalan, dalam waktu singkat akan segera meninggalkan kota Kaoshiung, hal ini sangat tidak adil bagi warga Kaoshiung, diyakini banyak warga Kaoshiung akan merasa kecewa.
Chen Chi-mai mengatakan, “juga mengharapkan sahabat baik saya walikota Kaoshiung Han Kuo-yu , yang memiliki harapan tinggi, ingin merebut posisi presiden, sebenarnya lebih baik menunduk kepala dan menjalankan pembangunan kota Kaoshiung dengan optimal, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga Kaoshiung, ini baru harapan warga, 7 bulan sebelumnya mereka memberikan dukungan kepadanya. Jika bertentangan dengan opini dan harapan warga, saya merasa hal ini sangat tidak adil bagi warga Kaoshiung.”
Chen Chi-mai juga menambahkan, pertemuan akbar partai KMT Han kuo-yu saat berpidato mengangkat pertahanan Republik Tiongkok, hal ini sangat ironi dengan kegiatannya saat memasuki kantor Penghubung Daratan Tiongkok. Ia mengatakan dunia sedang memperhatikan kondisi tolak RUU Ekstradisi di Hongkong dan tindak lanjut kejadian kekerasan di kawasan Yuenlong Hongkong, akan tetapi belum pernah mendengar Han Kuo-yu memberikan pandangannya tentang kejadian ini, ada kemungkinan sebelumnya pernah berkunjung ke kantor penghubung sehingga tidak memberikan komentar. Chen Chi-mai mengatakan, kondisi Hongkong dan Taiwan hampir serupa, semestinya Han Kuo-yu bisa menyikapi dan sangat menyesali karena Han Kuo-yu berdiam saja, semestinya orang ingin menjadi pemimpin negara harus memperhatikan perubahan situasi internasional.