History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Aksi Demo ANTI RUU Ektradisi di Hong Kong Terus Berlanjut

  • 27 July, 2019
  • 譚雲福
Aksi Demo ANTI RUU Ektradisi di Hong Kong Terus Berlanjut
Aksi Demo ANTI RUU Ektradisi di Hong Kong Terus Berlanjut

        (Taiwan, ROC) – Selang Tragedi Kekerasan Yuen Long pada tanggal 21 Juli lalu, dimana ada komplotan orang berbaju putih yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga di kawasan Yuen Long, maka pekan ini masih akan dipenuhi dengan berbagai aksi demonstrasi. Dalam kondisi masih berlanjutnya penolakan RUU Ekstradisi dan Tragedi Kekerasan Yuen Long, maka dipastikan kondisi Hong Kong masih belum bisa dikatakan stabil, dan berbagai kemungkinan bisa terjadi.

        Aksi penolakan terhadap RUU Ekstradisi telah berlanjut hampir mencapai 2 bulan lamanya, sempat juga adanya aksi demo yang sangat jarang terjadi, dimana gedung legislatif pemerintah dikuasai oleh para pendemo, berlanjut dengan kerusuhan di kawasan pusat perbelanjaan Shatin Plaza, pengepungan Kantor Perwakilan Pemerintah Daratan Tiongkok di Hong Kong, dan Tragedi Kekerasan Yuen Long. Sejak hari Jumat tanggal 26 Juli, berturut selama 3 hari ke depannya, ada serangkaian kegiatan massal kembali, sehingga apakah kegiatan massal selesai, mampukah mengembalikan kondisi lapangan tanpa terjadi hal yang lain, kembali sulit untuk diprediksi.

        Usai Tragedi Kekerasan Yuen Long, makam keluarga anggota legislator Junius Ho Kwan-yiu yang dirusak, dan disemprot dengan cat bertuliskan “Pejabat dan Mafia saling bergandengan”, serta adanya penuntutan keadilan yang dilakukan melalui arahan dari internet, menggunakan kekerasan melawan kekerasan, pihak kepolisian Hong Kong menurunkan 3 ribu polisi untuk bersiap siaga. Sementara aksi penolakan RUU Ekstradisi, pada hari Sabtu tanggal 27 Juli untuk pertama kalinya digiring menuju langkah yang lebih besar dan baru.

        Stasiun bus Nam Bin Wai yang dekat dengan stasiun kereta Yuen Long, terlihat aparat keamanan tengah bersiap siaga. Dengan adanya rumor bahwa aksi demo yang dilakukan oleh kelompok “Liberasi Yuen Long”, akan melewati stasiun Nam Bin Wai. Petugas kebersihan pada tanggal 26 Juli telah mulai mengokohkan desa sekitar dan jalan dengan batu bata, selain itu juga pemancangan papan untuk menutupi jendela dan pintu gedung administrasi desa setempat, di jalanan banyak ditempel slogan dan seruan agar para pendemo dapat menenangkan diri dan berkepala dingin. Semua kondisi yang ada saat ini terlihat sangat mencekam.

        Ada anak muda setempat yang meminta para wartawan agar dapat segera meninggakan lokasi kawasan, karena dirasakan tidak aman bagi orang asing. Ada orang tua yang emosi dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi di luar sana tidak ada hubungannya dengan mereka, terlebih-lebih dalam usia yang telah tua, apalagi yang dapat dilakukan, dan mengapa kesalahan harus dibebankan kepada mereka, hal ini dirasakan sangat tidak adil.

        Meskipun pihak kepolisian telah 2 kali membatalkan pengajuan ijin untuk melakukan kegiatan massal, namun tampaknya aksi demonstrasi masih akan terus berlangsung, sehingga semakin membuat suasana menjadi penuh kekalutan.

Komentar

Terbarumore