(Taiwan, ROC) – SMA Banqiao yang berada di kota New Taipei, belum lama ini memberlakukan pelonggaran peraturan seragam para pelajar, dan memperbolehkan pelajar pria untuk mengenakan rok di sekolah, yang telah memicu banyak perdebatan pro dan kontra. Aliansi Ibu Taiwan dan beberapa organisasi perwakilan orang tua lainnya, pada hari Jumat tanggal 26 Juli melakukan aksi demo di depan gedung Kementrian Pendidikan, dengan menyebutkan bahwa pelonggaran peraturan yang diberlakukan oleh sekolah tersebut merupakan salah satu bagian dari pendidikan kesetaraan gender, dan telah memberikan contoh yang tidak baik bagi dunia pendidikan. Berkenaan dengan hal ini, Kementrian Pendidikan menjawab bahwa semua bentuk peraturan yang diberlakukan di dalam sekolah, diputuskan melalui proses demokrasi yang ada, dan pihak Kementrian Pendidikan menghormati keputusan yang diambil oleh pihak sekolah.
SMA Banqiao pada bulan Juni lalu, saat menggelar rapat administrasi sekolah, turut membahas beberapa perbaikan peraturan sekolah, dan eksekusi final terkait masalah seragam sekolah bagi para siswa yang ada, dimana sebelumnya pelajar pria hanya boleh mengenakan celana panjang berwarna biru tua dan pelajar perempuan boleh mengenakan rok atau celana panjang berwarna biru tua, dirubah menjadi setiap siswa boleh mengenakan celana panjang, rok dengan warna dasar biru tua dan hitam, dan tidak melakukan pembatasan untuk masalah gender, sehingga baik pelajar pria maupun perempuan diperbolehkan mengenakan rok di sekolah.
Aliasi Ibu Taiwan, Aliansi Orang Tua Kota Kaoshiung dan beberapa organisasi perwakilan orang tua pelajar lainnya, tidak menyetujui pelonggaran peraturan terkait, sehingga menggelar aksi demo di depan gedung Kementrian Pendidikan pada hari Jumat tanggal 26 Juli. Para pendemo menyampaikan bahwa dalam hal pencanangan pendidikan kesetaraan gender, tentu hanya akan membahas masalah keterbukaan hak semata, namun bukan berarti lantas terbuka untuk semuanya.
Pihak Kementrian Pendidikan menjelaskan bahwa terkait pelonggaran peraturan yang diberlakukan oleh SMA Banqiao, adalah merupakan keputusan yang diambil melalui proses pengambilan suara yang dilakukan oleh perwakilan orang tua, perwakilan siswa, guru dan para pelaku dunia pendidikan di dalam SMA Banqiao tersebut, sehingga proses pengambilan suara merupakan bagian dari proses jalannya sistem demokrasi yang ada, sehingga pihak Kementrian Pendidikan menghormati keputusan yang diambil oleh pihak sekolah.