(Taiwan, ROC) – Event bioteknologi dan medis terbesar di Asia atau Bio Asia secara resmi dibuka oleh Presiden Tsai Ing-wen dan CEO BIO, James C. Greenwood pada hari Kamis tanggal 25 Juli di Taipei.
Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa dunia medis dan kedokteran Taiwan telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, tidak semata hanya menjalin kerjasama dengan berbagai negara di dunia, juga turut memberikan bantuan besar kepada para negara sahabat yang menjalin hubungan diplomatic dengan Taiwan, turut berkontribusi bagi dunia dan terus menyuarakan slogan “Taiwan can help”.
Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa perkembangan teknologi dalam dunia industri medis dan kedokteran, tidak semata hanya memperpanjang kehidupan manusia saja, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian negara. Dalam kegiatan Bio Asia kali ini, mengambil tema “Teknologi biomedis menggerakkan perekonomian Asia”. Dalam program “5+2” yang diusung oleh pemerintah, industri biomedis juga turut menargetkan hal yang sama, yang mana dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, pemerintah terus melakukan pemetaan jaringan kerjasama baik lokal maupun dengan dunia internasional, yang mana kelak di kedepannya mampu menggerakkan 3 mata rantai utama, serta menciptakan sumber daya manusia yang berkesinambungan, perbaikan peraturan dan pendanaan, sehingga akan menjadi satu kesatuan dalam hubungan mutualisme satu dengan yang lainnya, dan Taiwan juga mampu menjadi titik utama perkembangan teknologi medis dan kedokteran untuk kawasan Asia.
Presiden Tsai menjelaskan saat ini Taiwan memiliki 3 kawasan utama, yakni Taipei, Hsincu dan Kaoshiung, yang menjadi lokasi penting berpusatnya industri medis dan kedokteran. Selain itu, pada tahun 2018 Taiwan telah menjalankan investasi terkait, menunjukkan perkembangan laba keuntungan dari dunia medis kedokteran, sehingga dirinya yakin dan percaya bahwa kelak di kedepannya dunia industri biomedis mampu menciptakan bisnis keuntungan bernilai trilyunan dolar Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Tidak saja hanya dalam hal pemasukan, investasi yang terus mengalami pertumbuhan dengan angka sebesar 5% setiap tahunnya, perusahaan yang go publik juga terus mencatat pertumbuhan sebesar 11%, yang bernilai NT$ 890,4 milyar, kami memiliki keyakinan bahwa dunia industri biomedis mampu menciptakan keuntungan perekonomian bernilai trilyunan dolar Taiwan.”
Presiden Tsai Ing-wen juga sempat menyebutkan bahwa pemerintah kini sangat antusias dalam melakukan pemekaran di bidang penelitian inovasi terkait, dan semua hal tersebut dapat disaksikan dalam pameran kali ini. Dari 200 rumah sakit urutan teratas dunia, ada 14 rumah sakit dari Taiwan, yang menduduki peringkat ke tiga dunia dan pertama di Asia. Selain itu, Taiwan juga terus menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai rumah sakit di dunia dalam hal penelitian pengobatan yang dipraktekkan langsung kepada para pasien yang ada, sehingga selain menunjukkan kemajuan teknologi medis dan kedokteran, juga turut mendorong pergerakkan ekonomi dan menarik minat dunia internasional dalam hal melakukan investasi di Taiwan.