(Taiwan, ROC) - Kementrian Luar Negeri (MOFA) mengecam intervensi Tiongkok yang mengakibatkan dihapuskannya hak Taiwan untuk mengorganisasi kejuaraan Asian Open Figure Skating Classic 2019, melukiskannya sebagai tindakan tak pantas dan biadab.
Kecaman tersebut diajukan pada hari Rabu, 24 Juli, tidak lama setelah Taiwan diberitahu oleh International Skating Union (ISU) bahwa status tuan rumah Taiwan untuk kejuaraan skating internasional yang dijadwalkan digelar 30 Oktober-3 November telah dicabut.
Dalam surat yang ditujukan pada Chinese Taipei Skating Union (CTSU), ISU mengemukakan bahwa situasi internasional saat ini tidak sesuai bagi Taiwan untuk mengorganisasi kegiatan tersebut, yang telah diputuskan untuk diselenggarakan oleh Hong Kong Skating Union di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong, Daratan Tiongkok.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Pan Wen-chung (潘文忠) mengungkapkan, kementriannya telah menerima laporan dari Administrasi Olah Raga dan ia telah memerintahkan pihak berwenang untuk secepatnya mengajukan protes dan permohonan ulang.
Pan mengatakan, “Menggunakan unsur politik untuk mengintervensi kegiatan olah raga, ini sangat tidak adil bagi kami, bagi negara dan bagi upaya persiapan yang telah kami lakukan. Setelah menyelami lebih lanjut, Administrasi Olah Raga dan instansi bersangkutan akan mengajukan permohonan ulang, pada saat yang sama juga akan mengajukan protes keras.”
Ini adalah kegiatan internasional kedua yang status tuan rumah Taiwan dihapuskan akibat intervensi politik dari Tiongkok. Tahun lalu, hak Taiwan mengorganisasi Pesta Olah Raga Asia Timur 2019 dihapuskan. Kali ini lebih mendadak lagi, mengingat bahwa Asian Open Figure Skating Classic 2019 akan digelar sedikit lebih dari tiga bulan mendatang.
Sekedar informasi, Taiwan mengorganisasi sejumlah event skating internasional di Taipei Arena pada 2011, 2012, 2014, 2016 dan 2018.