(Taiwan, ROC) Komite Peninjau Investasi Kementerian Perekonomian pada tahun ini Januari sampai Juni investasi dari Daratan Tiongkok 1,08 milyar USD, dibandingkan dengan tahun lalu berkurang lebih dari 50%, hal ini menandakan pengaruh perang dagang Amerika Serikat-Daratan Tiongkok, memberi dampak kesediaan pengusaha Taiwan berinvestasi di Daratan Tiongkok.
Komite Peninjau Investasi pada hari Senin ini (22/7) mengumumkan jumlah investasi Daratan Tiongkok, investasi asing dan juga investasi pengusaha Taiwan di Daratan Tiongkok, diantaranya untuk investasi Daratan Tiongkok secara berturut-turut dalam waktu 4 bulan berturut-turut, jika dihimpun dari bulan Januari hingga Juni mengalami penurunan 51,01%, dibandingkan Januari hingga Mei berkurang 45,99%.
Komite Peninjau Investasi menganalisa perusahaan Taiwan investasi di Daratan Tiongkok semakin berkurang, dinilai sebagai dampak perang dagang AS-Daratan Tiongkok yang memberi pengaruh terhadap kesediaan investor Taiwan.
Pengamat ekonom memberikan penilaian untuk masing-masing industri, investasi Daratan Tiongkok untuk 5 jenis industri untuk grosiran dan eceran, manufaktur komponen elektronik, manufaktur mesin dan peralatan pada tahun ini bulan Januari – Juni dibandingkan dengan tahun lalu berkurang masing-masing 26,41%; 77,33%; 10,36%.
Investasi Daratan Tiongkok di Taiwan, dari bulan Januari- Juni mencapai 474,72 milyar dibandingkan dengan tahun lalu berkurang 65,48%, dikarenakan faktor perusahaan Foxconn mendapat saham untuk perusahaan domestik di Daratan Tiongkok, Singapura dan Taiwan pada bulan Januari tahun lalu.
Nilai investasi asing selama 3 bulan berturut-turut sebaliknya mengalami peningkatan, bulan januari hingga Juni dibandingkan dengan tahun lalu bertambah 16,99%, dikarenakan faktor utama bulan April, Mei tahun ini perusahaan Jepang Hitachi dan perbankan Australia meningkatkan usaha bisnisnya, sementara nilai investasi dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan sebesar 26,46%, diantaranya investasi ke negara sasaran kebijakan baru menuju arah selatan menurun 1,71%, untuk negara Singapura sebaliknya meningkat dengan skala peningkatan hampir mencapai 20 kali lipat, menunjukkan kinerja yang paling luar biasa.