(Taiwan, ROC) - Mulai 2020, hasil penangkapan total ikan sauri pasifik di utara Samudra Pasifik akan dibatasi pada 556.000 ton per tahun untuk mempertahankan keberlanjutan stok ikan yang memadai.
Demikian resolusi yang disepakati dalam pertemuan tahunan Organisasi Perikanan Pasifik Utara (North Pacific Fisheries Commission/NPFC) yang digelar di Tokyo, Jepang, 16-18 Juli, diikutserta oleh delapan negara anggota, antara lain Jepang, Korea Selatan, Kanada, Rusia, Amerika Serikat, Vanuatu, Tiongkok dan Taiwan.
Asahi Shimbun Jepang melaporkan, pembatasan terhadap penangkapan ikan sauri pasifik diharapkan bisa hingga taraf tertentu mengontrol penangkapan berlebihan yang akan memengaruhi kestabilan stok, maka Jepang sepanjang beberapa tahun terakhir membatasi penangkapannya pada 100.000 ton, tapi terus meningkatnya volume penangkapan oleh nelayan Tiongkok telah membangkitkan kekhawatiran.
Sementara itu, melalui keterangan yang dirilis pada hari Jumat, Dirjen Perikanan Taiwan mengetengahkan, pada musim ikan sauri pasifik Juli-November setiap tahun, rata-rata ada 90 kapal nelayan Taiwan beroperasi di laut umum Pasifik Utara.
Dijelaskan, dengan penangkapan sekitar 160.000 ton per tahun, Taiwan adalah salah satu negara pemakai sumber ikan sauri pasifik terbesar, dan penghasilan darinya mendominasi proporsi penting dari pendapatan nelayan Taiwan.
Sauri pasifik adalah ikan laut dari genus Cololabis, familia Scomberesocidae. Orang Jepang menyebutnya ikan sanma, orang Korea menyebutnya kongchi, orang Tionghoa baik di Taiwan maupun Daratan Tiongkok menyebutnya qiudaoyu, sementara orang Rusia menyebutnya saira.
Dalam bahasa Tionghoa dan Jepang, nama ikan ini ditulis dengan aksara Hanzi yang terdiri dari aksara untuk musim gugur (秋), pedang (刀) dan ikan (魚). Bentuk tubuh ikan ini panjang langsing berwarna perak berkilap seperti pedang, dan musim gugur merupakan musim sauri pasifik, maka sepanjang musim gugur, ikan ini biasanya adalah santapan populer, terutama dipanggang setelah ditaburi sedikit garam.