History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kunjungan Presiden Tsai Ing-wen Tiba di Negara Sahabat Saint Lucia

  • 18 July, 2019
  • 譚雲福
Kunjungan Presiden Tsai Ing-wen Tiba di Negara Sahabat Saint Lucia
Kunjungan Presiden Tsai Ing-wen Tiba di Negara Sahabat Saint Lucia

        (Taiwan, ROC) – Pada hari Rabu tanggal 17 Juli pukul 10 pagi waktu setempat, rombongan delegasi kunjungan Presiden Tsai Ing-wen yang bertajuk “Perjalanan Kebebasan Demokrasi Berkesinambungan”, telah tiba di negara terakhir yakni Saint Lucia, yang mana kunjungan kali ini hanya berdurasi 3 hari 2 malam saja. Usai Presiden Tsai Ingh-wen tiba di bandara setempat, disambut oleh Kepala Protokol Kementrian Luar Negeri Saint Lucia, Bernadette George-Marshall dan duta besar ROC yang ada diutus bertugas di Saint Lucia, Shen Tseng-chung, langsung dari dalam pesawat. Sementara Perdana Menteri Saint Lucia, Allen M. Chastanet telah bersiap menanti kedatangan Presiden Tsai Ing-wen di barisan depan pesawat. Setelah bersilahturahmi sejenak, rombongan segera diikutsertakan dalam kegiatan upacara peletakan batu pertama untuk program rekonstruksi dan pembangunan Rumah Sakit St. Jude. Awalnya Rumah Sakit St. Jude awalnya adalah rumah sakit umum penting yang ada di bagian selatan Saint Lucia, namun terlalap api pada tahun 2009. Setelah Allen M. Chastanet duduk dalam kursi kepemimpinan, ia segera mengajukan dana pinjaman usaha kepada Bank Chexim, serta meminta para pengusaha konstruksi luar negeri milik Taiwan untuk bisa menggarap program pembangunan tersebut.

        Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa hubungan diplomatik yang terjalin antara Taiwan dengan Saint Lucia, berawal dari tahun 2007, dan Saint Lucia menjadi rekan sahabat yang ada di perairan laut Karibia. Dalam beberapa tahun terakhir ini, berkat dukungan yang diberikan oleh PM Allen M. Chastanet, maka kedua negara berhasil mendorong berbagai bentuk program kerjasama penting, khususnya bidang medis kesehatan, baik teknologi medis maupun sumber daya manusianya, hingga saat ini masih terus menjalin hubungan interaksi dan pertukaran kedua belah pihak.

        Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Dunia medis dan kesehatan Taiwan mendapatkan banyak pengakuan baik, saat saya melakukan kunjungan ke beberapa negara, pasti akan mendatangi rumah sakit, memahami lebih lanjut hasil program kerja bidang medis kedokteran. Hal ini juga dikarenakan dunia medis kedokteran adalah kekuatan lunak Taiwan, dan diakui oleh dunia. Dengan melakukan pertukaran antara Taiwan dan negara sahabat, maka akan benar-benar dapat memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Menurut saya ini adalah sebuah implementasi penting dari semangat untuk melangkah tegap dalam diplomasi luar negeri, saling membantu dan saling menguntungkan.”

        Pada sore hari, Presiden Tsai Ing-wen melakukan inspeksi ke pusat perkumpulan produk pisang yang siap untuk diekspor. Berkenaan dengan hubungan kedua negara, PM Allen M. Chastanet menyampaikan selama 3 tahun terakhir ini, ia kerap melakukan diskusi dengan Presiden Tsai Ing-wen, bersama-sama memikirkan hubungan kedua belah pihak di masa yang akan datang. Saint Lucia menyatakan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Taiwan, namun target yang ia inginkan adalah kedua negara tidak hanya terpaku kepada bantuan dari salah satu pihak saja, melakinkan dapat saling memberikan keuntungan. Ia menyebutkan bahwa letak geografis Saint Lucia sangat baik, dan berharap para pengusaha Taiwan dapat melakukan investasi di Saint Lucia dan menggunakan keunggulan letak geografis mereka. PM Allen M. Chastanet menjelaskan jika pihak Taiwan menyediakan bantuan dana beasiswa bagi para pelajar Saint Lucia agar dapat melanjutkan pendidikan di Taiwan dan mempelajari keterampilan. Kelak saat pengusaha Taiwan melakukan investasi di Saint Lucia, maka tidak saja segera tersedia SDM yang berkualitas, memahami pekerja Taiwan, bahkan mampu berbahasa Mandarin.

        PM Allen M. Chastanet mengatakan, “Letak geografis Saint Lucia sangat dekat dengan Amerika dan Kanada, kami tentu berharap lebih banyak lagi pengusaha Taiwan yang melakukan investasi di Saint Lucia, menggunakan keunggulan lokasi Saint Lucia. Saya berharap, hubungan kita tidak saja hanya antar pemerintah semata, namun juga ada pertukaran dalam dunia perdagangan dan kebudayaan.”

        PM Allen M. Chastanet berpendapat jika dunia internasional memiliki tanggung jawab untuk mampu mengikutsertakan Taiwan ke dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Selain itu, Taiwan yang kerap harus menghadapi bahaya tiupan badai taifun, dan bisa segera memberitahukan peringatan dini, mungkin bisa berbagi pengalaman dengan negara lainnya. Taiwan tentu juga mampu memahami bagaimana langkah antisipasi negara lain dalam menghadapi perubahan iklim global.

Komentar

Terbarumore