(Taiwan, ROC) --- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menggelar pertemuan dengan tajuk “Ministerial to Advance Religious Freedom”. Ini merupakan pertemuan kedua yang pernah diselenggarakan oleh Deplu Amerika Serikat. Terkait dengan kegiatan yang berlangsung pada tanggal 16 Juli hingga 18 Juli 2019 itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) mengemukakan kegiatan ini merupakan dukungan prioritas yang dipromosikan oleh pemerintahan Donald Trump. Tema yang diusung kali ini adalah “Menghentikan Kekerasan dan Pembunuhan dalam Ruang Lingkup Beragama”. Dengan harapan, seluruh masyarakat bersama pemuka agama dan pemerintah dapat saling mendukung, serta mengedepankan kebebasan untuk memeluk agama.
Juru bicara MOFA, Andrew Lee (李憲章) mengemukakan bahwa pemerintah Taiwan semenjak tahun ini telah menyumbangkan dana sebesar US$ 1 juta kepada International Religious Freedom Fund. Ini merupakan bukti nyata akan niat Taiwan untuk turut serta dalam berbagai agenda dunia. Taiwan akan terus mendukung dan melindungi kebebasan setiap individu untuk memeluk keyakinan yang dipercayainya. Dukungan yang diperlihatkan, merupakan bukti akan matangnya nilai demokrasi yang dimiliki Taiwan.
Andrew Lee mengatakan, “Di masa mendatang, kami berharap dapat memainkan peran yang lebih aktif di ruang lingkup ini. Selama proses dijalankan, kami tidak akan pernah absen. Selama Taiwan dapat memberikan nilai dan kontribusi, kami akan terus mempromosikannya”.
MOFA melanjutkan, saat “Ministerial to Advance Religious Freedom” pertama berlangsung pada bulan Juni tahun lalu, Taiwan telah menggemakan keinginannya untuk menggelar pertemuan serupa. Pada bulan Maret tahun 2019, Taiwan secara perdana menggelar Konferensi Kebebasan Beragama Asia Pasifik. Beberapa tokoh penting hadir dalam konferensi yang berlangsung di Taiwan tersebut, salah satunya Duta Besar kebebasan beragama internasional asal Amerika Serikat, Sam Brownback.