(Taiwan-ROC) -- Ada media yang memberikan komentar bahwa pihak Amerika Serikat mengumumkan nilai penjualan kendaraan perang militer M1A2T lebih besar dari perkiraan yang diloloskan Kementerian Pertahanan Keamanan sekitar 20 milyar lebih, dan tidak sesuai dengan perencanaan, jadi sepertinya pihak Amerika “jual paksa”. Kementerian Pertahanan Keamanan hari Selasa (16/7) mengeluarkan pres rilis untuk membantah komentar tersebut dan menyampaikan kalau berita tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Kementerian Pertahanan Keamanan menegaskan, pembelian persenjataan militer dilaksanakan berdasarkan prinsip sesuai “hukum yang berlaku”, mengikuti prosedur yang ada, mempertimbangkan segala sesuatu yang terkait. bersamaan dengan itu kategori penjualan yang disetujui pihak Amerika Serikat adalah perlengkapan defensif penting yang memang sudah sekian tahun militer Taiwan membutuhkannya, selain itu mobil perang M1A2 adalah produk baru, sama seperti perlengkapan militer Amerika Serikat sekarang ini, setelah memiliki persenjataan ini akan membantu meningkatkan fungsi dan kemampuan pertahanan nasional Taiwan dan menjaga kestabilan dan perdamaian kawasan.
Kementerian Pertahanan Keamanan menegaskan, ini semua sudah melalui proses pemeriksaan dan pengesahan Yuan Legislatif, pembelian peralatan militer ini sesuai dengan peraturan anggaran dana, dan pelaksanaannya akan dipantau oleh legislator partai berkuasa dan oposisi secara transparan untuk mencapai target persiapan persenjataan perang, pertahanan keamanan negara, menghimbau agar seluruh warga Taiwan memberikan dukungannya.