History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bahasa Imigran Baru Untuk Materi Pelajaran Sekolah, Komite Penyusun: Jauh Lebih Sukar Daripada Yang Diprediksikan

  • 15 July, 2019
  • 鄭蕙玲
Bahasa Imigran Baru Untuk Materi Pelajaran Sekolah, Komite Penyusun: Jauh Lebih Sukar Daripada Yang Diprediksikan
Materi pelajaran bahasa imigran baru

(Taiwan, ROC) Dalam menanggapi penerapan materi pengajaran bahasa imigran baru, Administrasi Pendidikan Kementerian Pendidikan memberi kuasa kepada Biro Pendidikan Pemda New Taipei pada tahun 2016 membentuk komite penyusunan materi pelajaran, pakar dari negara asal imigran baru untuk penyusunan materi pelajaran bahasa imigran baru, mencakup 78 orang yang terdiri dari kepala sekolah dari guru dari berbagai SD dan SMP, 5 editor penyusun untuk bahasa Mandarin, 14 orang editor bahasa imigran baru, 30 orang penyusun untuk bahasa Mandarin, 29 imigran baru penyusun bahasa imigran baru. Selama lebih dari 3 tahun telah menggelar 1051 kali sidang penyusunan, pada akhirnya berhasil merangkum materi pelajaran untuk 7 bahasa dengan pembagian bahan kelas SD ada 12 buku, SMP ada 6 buku, total ada 126 buku materi pelajaran bahasa imigran baru.  

Berkaitan dengan penyusunan materi pelajaran bahasa imigran baru, Kepala Sekolah SD Pingding Ou Ya-mei(歐亞美) mengemukakan, kali ini yang sangat menyulitkan adalah pelajaran dari masing-masing bahasa asing memiliki budaya yang berbeda sehingga sulit untuk mencari titik keseimbangannya, dikarenakan ada beberapa kebiasaan dari negara yang berbeda, termasuk penggunaan kata-kata tidak sepadan dengan kebiasaan Taiwan, maka perlu adanya komunikasi dengan para komite yang terlibat untuk mendapatkan kesepakatan.

Anggota komite yang terlibat untuk penyusunan bahasa imigran baru, yang berasal dari Malaysia Wu Chen-nan(吳振南) mengakui, semula mengira penyusunan materi sama dengan menerjemahkan, setelah ikut dalam pembahasan ini baru disadari, ketika ingin memperkenalkan budaya Malaysia melalui cerita singkat yang sederhana ternyata sangat sulit, ada lagi hal-hal yang menjadi pantangan bagi orang Malaysia, namun bagi masyarakat lain penuh dengan rasa keingintahuan, masih banyak kendala yang dihadapi dalam penyusunan materi pelajaran bahasa imigran baru.

Imigran baru Nguyen Hong-nu saat tiba di Taiwan, menghadapi kendala bahasa, belajar dari SD hingga Universitas, kemudian ikut dalam pelatihan pendidikan, di bawah bimbingan dari kepala sekolah, mulai dari kelas pengelolaan, program penyusunan dan pembuatan alat bantu pengajaran hingga pengamatan actual proses belajar mengajar, hingga menjadi guru bahasa imigran baru yang professional.

Nguyen mengatakan, “sangat berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Pemerintah Daerah New Taipei, secara terus menerus menyediakan serangkaian pelatihan guru untuk kelas dasar, kelas lanjutan, kelas kembali kampung halaman, dikarenakan bahasa ini merupakan bahasa yang dipelajari semenjak kecil, maka sudah terbiasa, tidak membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk belajar pelafalan atau tulisan.”

Kepala Biro Pendidikan Pemda New Taipei Chang Wen-ming(張明文) secara khusus memberikan sertifikat ucapan terima kasih kepada tim penyusun bahasa imigran baru. Chang Ming-wen mengatakan, sementara ini ada 400 staf pengajar imigran baru yang terlah mendapatkan sertifikat kompetensi, dan membentuk komunitas bimbingan bahasa imigran baru dan pengajar bahasa imigran baru, saat bersamaan memprakarsai “pusat belajar bahasa imigran baru” dan “sekolah sastra imigran baru”, masih ada kegiatan lomba bahasa imigran baru kawasan New Taipei, guna mempromosikan belajar bahasa imigran baru.

Komentar

Terbarumore