(Taiwan, ROC) - Taiwan telah bergabung dengan Perjanjian Perikanan Samudra Hindia Selatan (Southern Indian Ocean Fisheries Agreement/SIOFA) ketika untuk pertama kalinya menghadiri Pertemuan Anggota SIOFA ke 6 dengan status “entitas penangkapan ikan” di Flic-en-Flac, Mauritius, 4 Juli.
Berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Kementrian Luar Negeri (MOFA) Selasa, 9 Juli, Taiwan bergabung dengan SIOFA di bawah nama “Chinese Taipei,” dengan tujuan mengkonsolidasikan hak dan kepentingan penangkapan ikan di Samudra Hindia, dan untuk membantu pengembangan industri perikanan lepas pantai Taiwan.
Bergabung dengan SIOFA adalah hal penting karena Taiwan adalah salah satu pemain utama di Samudra Hindia, di mana hasil penangkapan ikan oleh nelayan Taiwan yang beroperasi di kawasan tersebut diperkirakan berjumlah 17.000 ton metrik per tahun, jelas MOFA.
SIOFA adalah perjanjian internasional antara beberapa negara yang mulai berlaku pada 21 Juni 2012. Tujuan dari perjanjian ini adalah untuk mempromosikan konservasi jangka panjang dan penggunaan sumber daya perikanan berkelanjutan di wilayah tersebut melalui kerja sama antara negara-negara anggota.
Sekretariat SIOFA berbasis di Reunion, sebuah pulai di Samudra Hindia yang secara administratif merupakan suatu departemen Prancis di luar negeri. Anggotanya mencakup Australia, Kepulauan Cook, Uni Eropa, Prancis (untuk wilayah Samudra Hindia), Jepang, Korea Selatan, Mauritius, Seychelles dan Thailand.