(Taiwan, ROC) Pemerintah Amerika Serikat menjual tank perang M1 Abrams, Kemenlu pada hari Selasa ini (9/7) mengatakan, setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS, ini merupakan ke-4 kalinya melakukan penjualan senjata kepada Taiwan, hal ini membuktikan pemerintah AS sangat memperhatikan dan mendukung permintaan Taiwan di sektor pertahanan serta memenuhi janji AS menjaga keamanan dan stabilitas Taiwan; Pemerintah Taiwan mengapresiasi pihak AS secara bertahap menormalisasikan mekanisme penjualan senjata ke Taiwan, sehingga Taiwan dalam waktu singkat bisa memperoleh perlengkapan militer, yang efektif untuk menambah kekuatan pertahanan nasional.
Kemenlu mengatakan, dalam waktu terdekat pihak Daratan Tiongkok terus menerus memberikan pernyataan tekanan, ancaman dan provokasi militer yang mengganggu keamanan dan perdamaian kawasan, Taiwan berada di garis terdepan menghadapi ambisi ekspansi pihak Daratan Tiongkok, menghadapi tekanan dan ancaman pemerintah Beijing, kali ini Taiwan melakukan pengadaan tank perang dan beberapa jenis rudal, guna meningkatkan pertahanan nasional agar konsep membela dan mempertahankan keamanan Taiwan semakin nyata, memiliki manfaat dan sangat bermakna.
Kemenlu menekankan, pemerintah AS berdasarkan hukum hubungan Taiwan, memperhatikan Taiwan dan terus menjual senjata kepada Taiwan, hal ini tidak berdampak bagi hubungan lintas selat, malah sebaliknya, memberi kekuatan pertahanan Taiwan, menghalangi serangan militer dari pihak lain baru bisa menjaga pertahanan keamanan dan perdamaian lintas selat.
Juru bicara Kemenlu Andrew Lee (李憲章) mengatakan, “Penjualan senjata ini akan berkelanjutan, tidak akan dikarenakan adanya opini khusus sektor tertentu yang menghentikan jual beli senjata, ini juga merupakan posisi pemerintahan dan kongres, mereka tidak berhenti-henti melaksanakan hukum hubungan Taiwan dan 6 Assurances secara menyeluruh, maka memenuhi hubungan Taiwan-Amerika Serikat yang menguntungkan, sejalan dengan kerjasama perdamaian, keamanan dan stabilitas regional.”
Istana Kepresidenan pada hari Selasa ini juga menyampaikan apresiasi, juru bicara Istana Kepresidenan Xavier Chang(張惇涵) mengemukakan, “Tahun ini Taiwan-AS memperingati hukum hubungan Taiwan ke-40 tahun, pihak AS terus memenuhi komitmennya sesuai dengan hukum hubungan Taiwan dan 6 Assurances secara pragmatis, membantu memperkuat pertahanan nasional Taiwan, Istana Kepresidenan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, dengan adanya pengadaan perlengkapan militer, mengup-grade keyakinan dan kekuatan Taiwan dalam menghadapi ancaman dan Taiwan semakin yakin dengan pertahanan nasional membela keamanan dan perdamaian kawasan taiwan.”
Xavier Chang mengatakan, pemerintah AS yang mensuplai perlengkapan militer, mendukung Taiwan sebagai negara dengan pertahanan yang kiat dan menghalau serangan militer lainnya sehingga pertahanan Taiwan membela perdamaian dan stabilitas kawasan semakin bertekad kuat dan diyakini. Xavier Chang menekankan, Taiwan sebagai anggota penanggung jawab bagian dari kawasan Indo Pasifik, memperlaju investasi industri pertahanan dan melanjutkan pembinaan hubungan kerjasama keamanan dengan AS dan negara-negara yang memiliki pandangan yang serupa, bersama menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta menjaga nilai kebebasan demokrasi Taiwan.
Penjualan senjata ini diumumkan saat Presiden Tsai Ing-wen sedang bertugas berkunjung ke negara sahabat dan transit di Amerika, Juru bicara Kemenlu Andrew Lee mengemukakan, putusan AS menjual tank perang cukup instan, namun pihaknya menghargai dan waktu penjualan dengan kunjungan Presiden Tsai Ing-wen tidak ada hubungannya, diminta agar masyarakat luar tidak berspekulasi.