(Taiwan, ROC) Liao Qiang yang berusia 49 tahun bersama 5 orang anggota keluarganya yang merupakan anggota dari Early Rain Church, pekan lalu lari dari Daratan Tiongkok dan datang ke Taiwan.
Liao Qiang dan anak perempuannya yang berusia 23 tahun, Ren Rui-ting ketika diwawancarai oleh Simple Mart menyampaikan, sejak Desember tahun lalu mereka ditahan oleh instansi terkait bersama dengan seratusan anggota gereja lainnya, selama 7 bulan mereka hidup dalam penjara, sedangkan Pendeta Wang Yi ditahan karena tuduhan subversi kekuasaan negara.
Ren Rui-ting menyampaikan, sebelum kabur dari Daratan Tiongkok, setiap kali keluar harus memberikan laporan ke pihak kepolisian melalu media sosial agar dapat dilacak, apabila tidak mematuhi maka keamanannya tidak dapat dijamin. Liao Qiang menyampaikan, “Pada waktu itu saya sudah tahu, kami sudah tidak aman lagi di sana. khususnya anak-anak saya, mereka beresiko.”
Liao Qiang dan keluarganya berharap dapat mengajukan suaka perlindungan dari Amerika Serikat, selama masa proses akan tinggal di Taiwan. Namun, visa wisata yang mereka miliki hanya 15 hari, bagaimana selanjutnya, mereka belum jelas.
Taiwan Association for Human Rights mengemukakan pada Simple Mart, kecuali pemerintah Taiwan bersedia melewati batasan dasar demi agama, menjadikan kasus Liao Qiang ini sebagai kasus kemanusiaan, jia tidak maka Liao Qiang dan keluarganya tidak dapat tinggal di Taiwan setelah visa turisnya habis masa berlaku. Saat ini Taiwan Association for Human Rights tengah mengupayakan berbagai cara untuk membantu keluarga ini.