(Taiwan-ROC) -- Setelah selama 2 pekan lebih, akhirnya aksi mogok kerja yang dilancarkan oleh pramugari Eva Air berakhir di hari ke-17, sebanyak 278.420 penumpang dari 1.439 jadwal penerbangan yang terpaksa dibatalkan akibat dari aksi mogok kerja ini, pada bagian rombongan wisata dan biro perjalanan, berdampak pada sekitar 30 ribu orang dari 1.301 rombongan wisata, pihak maskapai penerbangan Eva Airlines harus menanggung ganti rugi dengan batas maksimum USD250,- per orang.
Namun Consumers’ Foundation, Chinese Taipei (CFCT) hari Senin (8/7) menyampaikan, Pengadilan Uni Eropa memutuskan bahwa aksi mogok kerja ini masih dalam cakupan pengendalian pihak maskapai penerbangan, bisa terjadinya mogok kerja karena keputusan yang diambil pejabat tingkat atas dari maskapai penerbangan ini, Pengadilan Uni Eropa pada tahun 2005 telah mengumumkan, maskapai penerbangan harus mematuhi peraturan hukum “EU261-2004” dan ganti rugi sesuai dengan cakupan peraturan yang berlaku.
Chairman CFCT, Yu Kai-hsiung (游開雄) mengemukakan, dengan Eva Air sebagai contoh, 4 jalur penerbangan ke Taipei dari Paris, Viena, London dan Amsterdam. Bagi penumpang yang tiba di bandara lebih awal dari waktu yang ditentukan maskapai penerbangan dan telah melakukan proses check-in tetapi akhirnya terlambat 2 jam lebih saat tiba di Taipei, maka pihak maskapai penerbangan harus memberikan ganti rugi berkisar Euro 250 – 600 dan tidak menyebutkan batas maksimum USD250,-.
Yu Kai-hsiung menegaskan, sehubungan dengan dampak terhadap penumpang akibat dari aksi mogok kerja ini, apabila tiket dibeli langsung dari maskapai penerbangan maka dapat langsung meminta ganti rugi ; apabila turut dalam rombongan wisata maka pihak biro perjalanan berdasarkan peraturan pasal 12 “perjanjian tertulis dan tidak tertulis wisatawan asing”, pihak biro perjalanan yang harus menghubungi memberitahukan pembatalan atau penundaan keberangkatan rombongan, berapa besar ganti rugi yang dapat diberikan pada pelanggannya, setelah itu baru meminta ganti rugi pada maskapai penerbangan bersangkutan berdasarkan perjanjian yang ada.
CFCT berharap dalam kurun waktu 2 minggu dapat meminta perwakilan dari Eva Air dan Biro Perjalanan melakukan negosiasi membahas hak dari penumpang yang terkena dampak ini.
Yu Kai-hsiung mengatakan, “Akan membahasnya dengan kedua belah pihak, bagaimana pelaksanaan dari isi yang ada berdasarkan peraturan saat ini, pelaksanaan ganti rugi berdasarkan EU261.”
CFCT menghimbau maskapai penerbangan untuk secepatnya secara resmi mengumumkan ganti rugi, bersamaan dengan itu juga menghimbau Biro Penerbangan Sipil, dengan pemantauan dari pejabat terkait memberitahukan apakah Eva Air telah melaksanakan seperti yang direspon dalam mogok kerja, memberikan laporan apakah hasil pelaksanaannya sudah sesuai dengan persyaratan yang diadakan.