(Taiwan-ROC) -- Gelombang udara panas kembali mengelung Alaska, Amerika Serikat di kawasan kutup utara, suhu udara di kota terbesar Anchorage telah menembus rekor tertinggi baru dalam sejarah yaitu 32 celsius (90 Fahrenheit).
Suhu tinggi pesta kembang api dibatalkan
Karena khawatir dengan “kekeringan akibat cuaca yang ekstrim” dapat menimbulkan resiko kebakaran maka pada tanggal 4 Juli 2019 (waktu setempat) pesta kembang api untuk HUT Amerika Serikat terpaksa dibatalkan. seiring dengan meningkatnya suhu udara di Miami, ini juga telah menyoroti kawasan yang dianggap rentan terhadap perubahan iklim dan pemanasan global yang semakin cepat. Biro Cuaca Amerika Serikat (National Weather Service, NWS) tanggal 4 Juli malam (waktu setempat) secara khusus membeberkan, pada pukul 5 sore suhu udara di Bandara Achorage (Anchorage International Airport) untuk perdana menembus 90 derajat Fahrenheit (32 derajat Celsius).
Suhu Anchorage tertinggi dalam sejarah
Berdasarkan data statistik setempat, suhu udara tertinggi sebelumnya yang pernah muncul di Anchorage yaitu 85 derajat Fahrenheit pada Juni 1969, kota Anchorage yang terletak di bagian selatan Alaska pada HUT Amerika Serikat tanggal 4 Juli 2019 rata-rata suhunya termasuk rendah yaitu sekitar 65 Fahrenheit. Sebelumnya Alaska juga sudah sempat muncul udara seperti musim semi, terutama untuk kutub utara yang sangat sensitive terhadap fluktuasi iklim, menurut NWS, suhu selama 30 hari di bulan Juni ini sudah melebihi suhu rata-rata.
Pemanasan Alaska berdampak besar
Menurut para ilmuwan, Alaska memanas dua kali lipat dari rata-rata global.
Pakar iklim di Pusat Penilaian dan Kebijakan Iklim Alaska, Rick Thoman mengatakan, pada April dari 1901 hingga 2016, suhu rata-rata di benua Amerika Serikat naik 1,8 derajat Fahrenheit. Alaska naik 4,7 derajat.
Alaska telah mengalami pemanasan yang cepat dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena pemanasan yang terus-menerus dari Laut Arktik, yang telah menyebabkan kerusakan serius pada komunitas lokal, satwa liar dan ekonomi.