History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

30 Tahun Genapnya Insiden Pembakaran Diri oleh Cheng Nan-jung dan Chan I-hua

  • 06 July, 2019
  • 曾秀情
30 Tahun Genapnya Insiden Pembakaran Diri oleh Cheng Nan-jung dan Chan I-hua
30 Tahun Genapnya Insiden Pembakaran Diri oleh Cheng Nan-jung dan Chan I-hua

(Taiwan, ROC) --- Tahun ini merupakan 30 tahun genapnya insiden pembakaran diri Cheng Nan-jung (鄭南榕) dan Chan I-hua (詹益樺). Museum Peringatan 228 bekerja sama dengan Yayasan Kebebasan Nylon Cheng menggelar pameran fotografi bertajuk “A Great and Beautiful Seed – In Memory of Nylon Cheng and Yi Hua-zhan Self Immolation 30th Anniversary”. Pameran yang menghadirkan karya dari fotografer Pan Hsiao-hsia (潘小俠) ini akan digelar di ruang pameran Musem Peringatan 228 pada tanggal 5 Juni 2019. Melalui 34 karya foto hitam-putih, situasi pembakaran diri yang dilakukan oleh Cheng Nan-jung dan Chan I-hua, menjadi saksi kelam akan sejarah demokrasi Taiwan.

Pada tanggal 7 April 1989, Cheng Nan-jung membakar dirinya sendiri, sebagai protes keras kepada pemerintah berkuasa di kala itu. Ia menyerukan untuk mempertahankan kebebasan dalam berbicara dan kemerdekaan Taiwan. Pada tanggal 19 Mei 1989, kumpulan massa berkumpul menggelar upacara perpisahan atas pengorbanan Cheng Nan-jung di depan Istana Kepresidenan, sembari melancarkan aksi protes. Di kala itu, Chan I-hua yang sudah lama terlibat dalam aksi gerakan sosial serupa, juga terlihat dalam barisan warga. Dengan membawa minyak bensin, ia pun membakar dirinya di depan Istana Kepresidenan.

Fotografer Pan Hsiao-hsia merupakan sosok yang menaruh perhatian khusus pada isu-isu sosial; meliputi gerakan non-partai, kebudayaan Suku Asli Taiwan dan HAM. Pan Hsiao-hsia mengaku bahwa dirinya menyaksikan langsung pengorbanan Chan I-hua, yang membakar dirinya di hadapan orang banyak. Melalui pameran foto kali ini, ia pun ingin agar luka yang pernah menggores sejarah Taiwan, dapat disaksikan masyarakat luas.

Pan Hsiao-hsia mengatakan, “Seperti halnya Cheng Nan-jung, disini ada 1 lembar foto yang mengabadikan pengadilan setempat, mungkin diambil di tahun 1980-an. Ini harus dicari kembali, termasuk foto yang merekam proses pembakaran diri Chan I-hua. Di kala itu memang tidak ada. Hasil-hasil karya ini, merupakan yang pertama kali. Saya sortir perlahan-lahan, dan akhirnya terkumpul 34 lembar foto”.

Ketua Yayasan Kebebasan Nylon Cheng, Cheng Ching-hua (鄭清華), mengemukakan pameran foto ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa, yang dimulai dari Balai Peringatan Yayasan Kebebasan Nylon Cheng, yang telah digelar semenjak 20 April 2019 silam. Museum Peringatan 228, merupakan stasiun akhir dari pameran ini.

Cheng Ching-hua mengatakan, “Melalui pameran foto ini, setidaknya saya dapat merasakan seperti apa situasi yang dihadapi oleh Chan I-hua dan Cheng Nan-jung di kala itu. Pan Hsiao-hsia merekam semuanya dengan sangat baik. Pameran foto ini dapat memberikan perenungan akan kesempatan yang diberikan negeri ini kepada semua orang, untuk dapat merasakan nilai kebebasan”.

Ketua Museum Peringan 228, Hsiao Ming-chih (蕭明治), mengemukakan pameran foto kali akan menghadirkan 34 lembar foto hitam putih, karya Pan Hsiao-hsia. Foto-foto tersebut menjadi saksi bisu akan pengorbanan yang diberikan oleh Cheng Nan-jung dan Chan I-hua. Pengorbanan dengan membakar diri, bukanlah keputusan yang mudah. Ini semua adalah titik awal dari perjuangan masyarakat Taiwan akan pemerintahan yang otoriter dan menekan perbedaan pendapat. Ia melanjutkan nilai demokrasi yang dirasakan Taiwan saat ini, merupakan jerih payah dari tokoh-tokoh martir, seperti Cheng Nan-jung dan Chan I-hua. Dan sudah seharusnya generasi penerus menghargai dan mempertahankan nilai-nilai yang ada.

Komentar

Terbarumore