History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Hadapi Tekanan Saat Menghadiri Kongres ICN di Singapura

  • 04 July, 2019
  • 譚雲福
Taiwan Hadapi Tekanan Saat Menghadiri Kongres ICN di Singapura
Taiwan Hadapi Tekanan Saat Menghadiri Kongres ICN di Singapura

        (Taiwan, ROC) – Saat perwakilan Daratan Tiongkok menghadiri kongres International Council of Nurses atau ICN yang digelar di Singapura belum lama ini, secara sengaja mencoba menghalangi dan menutup tanda pengenal dan bendera perwakilan Republik Tiongkok. Berkenaan dengan hal ini, Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Kamis tanggal 4 Juli segera memberikan respon, dengan langsung menghubungi Dewan Suster Taiwan dan menelepon kantor perwakilan di Singapura guna memberikan bantuan yang sekiranya diperlukan. Setelah melalui proses perjuangan yang dilakukan oleh dewan terkait dan bantuan dari sahabat internasional, pihak Taiwan akhirnya dapat dengan lancar mengikuti jalannya kongres dengan bermartabat dan professional. MOFA menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan hubungan dengan Dewan Suster Taiwan, dan jika dibutuhkan maka akan berupaya semaksimalnya melindungi harkat dan martabat negara.

        Wakil Kepala Juru Bicara MOFA Joanne Ou mengatakan, “Berkenaan dengan proses jalannya perseteruan, pihak perwakilan asal Daratan Tiongkok menggunakan cara paksa untuk memberikan tekanan, dengan kasar mencoba menutupi kartu tanda pengenal peserta perwakilan kita. Untuk itu kami merasa sangat tidak nyaman, emosi dan mengutuk kejadian seperti demikian.”

        Kongres dwitahunan yang digelar oleh International Council of Nurses, digelar pada tanggal 27 Juni 2019 di Singapura selama 5 hari berturut, dan upacara penutupan kongres digelar pada tanggal 1 Juli. Dari pihak Taiwan sendiri diwakili oleh Wakil Kepala Dewan Suster Taiwan, Huang Lian-hua. Pihak perwakilan asal daratan Tiongkok, dengan sengaja melewati pihak perwakilan asal Amerika, kemudian langsung membalikkan kartu tanda pengenal Huang Lian-hua, yang bermaksud agar peserta lainnya tidak melihat gambar bendera pada bagian depan kartu tanda pengenal. Tetapi Huang Lian-hua, segera membalikkan kartu tanda pengenal seperti keadaan semula, dan kejadian ini tidak memberikan pengaruh lebih lanjut pada sesi pengambilan foto bersama.

        Pihak perwakilan di Singapura menegaskan bahwa Republik Tiongkok adalah sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, sehingga keberadaan Taiwan dalam berbagai kegiatan dunia internasional tidak dapat disepelekan atau ditekan oleh pihak lain. Sehubungan dengan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh perwakilan asal Daratan Tiongkok saat upacara penutupan kongres berlangsung, maka pihak perwakilan menyatakan kepeduliannya atas kejadian yang terjadi kepada panitia. Merujuk kepada pernyataan dari para peserta asal Taiwan di lokasi, pada tahun ini kongres ICN diikuti oleh sebanyak 124 negara, dengan jumlah total peserta sebanyak 5.310 orang, sementara rombongan perwakilan Taiwan terdiri dari 419 orang, dan jumlah ini menjadikan Taiwan sebagai negara dengan jumlah peserta terbanyak nomor tiga dunia.

        Para peserta mengemukakan, karena peserta asal Taiwan cukup banyak, maka pihak Dewan Suster Taiwan secara khusus mempersiapkan stiker berbentuk bendera Republik Tiongkok, agar dapat memudahkan pengenalan diri saat mengikuti kegiatan kongres, namun tanpa diduga malah menemukan kejadian yang tidak sopan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok.

Komentar

Terbarumore