(Taiwan, ROC) – Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC, Chen Ming-tong pada hari Selasa tanggal 2 Juli waktu setempat, memberikan ceramah di Washington DC Amerika. Dalam ceramahnya, Chen Ming-tong menyampaikan bahwa pihak Daratan Tiongkok berupaya untuk menekan Taiwan dengan menggunakan prinsip 1 negara 2 sistem, sehingga mencoba menarik Taiwan menjadi bagian internal mereka. Chen Ming-tong mengimbau pihak Daratan Tiongkok untuk dapat melepaskan strategi demikian, khususnya prinsip 1 negara 2 sistem, yang dimaksudkan untuk memetakan Taiwan. Selain itu juga mengimbau untuk dapat segera memulai komunikasi dan diskusi, menurunkan berbagai kemungkinan kesalahpahaman di antara kedua belah pihak.
Chen Ming-tong pada hari Selasa tanggal 2 Juli memberikan ceramahnya di dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh The Heritage Foundation, yang bekerja sama dengan The Prospect Foundation, dengan tajuk seminar diskusi hubungan di antara Selat Taiwan.
Chen Ming-tong menjelaskan bahwa belakangan ini pihak Daratan Tiongkok terus menggunakan berbagai cara untuk memberikan tekanan kepada Taiwan. Selain memperluas aksi tindakan militer yang disengaja untuk memancing kecemasan diplomatik, juga menggunakan jalur kebebasan yang dimiliki oleh kehidupan sosial masyarakat Taiwan, untuk menyusup masuk ke dalamnya dan menyebarkan paham reunifikasi, aksi dan tindakan yang dapat memberikan pengaruh terhadap masyarakat, mencoba untuk merubah pola pikir masyarakat Taiwan agar dapat lebih menguntungkan pihak Daratan Tiongkok. Semua tindakan negatif yang dilakukan secara sepihak oleh Daratan Tiongkok, tidak saja hanya akan menghalangi interaksi antar selat, juga sekaligus memancing tekad Taiwan dalam mempertahankan prinsip demokrasi dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya.
Sehubungan dengan paparan yang disampaikan oleh pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping pada awal tahun berkenaan dengan program untuk Taiwan, Chen Ming-tong menjelaskan bahwa Taiwan adalah negara yang berdaulat, tidak semata berupa kebenaran akan sejarah maupun hukum internasional, Republik Tiongkok Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, menolak prinsip 1 negara 2 sistem adalah kesepahaman yang dimiliki oleh Taiwan saat ini.
Chen Ming-tong menyebutkan jika pihak Daratan Tiongkok berupaya menjepit Taiwan dengan paham Satu Tiongkoknya, menggunakan jalur hukum untuk merubah posisi Taiwan menjadi salah satu bagian internal Daratan Tiongkok. Selain itu pasukan prajurit Daratan Tiongkok juga tidak henti-hentinya menggelar latihan militer, merebut berbagai hubungan diplomatik yang dimiliki oleh Taiwan, menekan Taiwan untuk menghapus pemikiran akan negara. Daratan Tiongkok juga menggunakan cara sepihak untuk memancing pemahaman masyarakat Taiwan, agar dapat berubah pemikiran menjadi bagian penduduk dari Daratan Tiongkok.
Berkenaan dengan hubungan antara Taiwan dengan Amerika belakangan ini, Chen Ming-tong menjelaskan bahwa pihak eksekutif dan legislatif Amerika juga berupaya untuk menyuarakan Taiwan, memberikan ijin untuk menjual perlengkapan senjata militer, mengimplementasikan berbagai peraturan yang dapat dikategorikan sebagai bentuk dukungan kepada Taiwan. Selain itu juga mencegah pihak Daratan Tiongkok dalam hal upaya memarginalisasikan Taiwan dari hubungan luar negeri dan ancaman militer. Semua ini adalah bentuk pendalaman sikap dalam hubungan antara Taiwan dengan Amerika.
Untuk ke depannya, Chen Ming-tong menjelaskan bahwa Taiwan akan tetap bersikukuh kepada status-quo, dimana prinsip ini adalah prinsip yang paling menguntungkan dalam hal menjaga kestabilan, selain itu juga turut meningkatkan kedaulatan Republik Tiongkok dan memaksimalkan kesejahteraan bagi seluruh warga Taiwan.
Chen Ming-tong juga mengimbau pihak Beijing untuk tidak memetakan Taiwan dengan prinsip 1 negara 2 sistem, segera memulai komunikasi negosiasi antar selat.