(Taiwan, ROC) Dinas kenegaraan Presiden Tsai Ing-wen dijadwalkan akan berkunjung ke 3 negara di kawasan laut Karibia dan Haiti, diprakirakan pada tanggal 22 Juli akan mendarat kembali ke Taiwan, total perjalanan selama 12 hari, ini merupakan kunjungan selama masa jabatan Presiden Tsai Ing-wen untuk ke-7 kalinya, juga menjadi agenda perjalanan dengan waktu terpanjang, tema kunjungan ini diberi nama perjalanan demokrasi berkelanjutan.
外Wamenlu Miguel Tsao Li-jey mengatakan, “Dikarenakan ada 4 sahabat di kawasan laut Karibia yang akan dikunjung dan kunjungan kali ini akan transit di negara demokratis yang memiliki pandangan yang sepaham dengan Taiwan yakni Amerika Serikat, juga akan secara aktif mempromosikan kebebasan demokrasi di kawasan regional, dalam kunjungan ini secara nyata akan menjalankan program kerjasama, Taiwan akan memberikan bantuan untuk pembangunan berkelanjutan di negara sahabat serta mengupayakan sasaran pembangunan PBB berkelanjutan agar dapat tergapai.”
Dalam kunjungan kali ini Presiden Tsai Ing-wen akan bertemu dengan berbagai pemimpin dari berbagai negara, juga akan menerima lencana penghargaan yang diberikan oleh Siant Christopher and Nevis serta menjadi narasumber di sidang kongres.
Jadwal perjalanan Presiden Tsai Ing-wen baik keberangkatan dan kepulangan masing-masing akan transit 2 malam di Amerika Serikat, masa transit dibandingkan dengan sebelumnya diperpanjang. Berdasarkan sumber informasi yang ada, saat keberangkatan akan transit di New York, untuk kepulangan kembali ke Taiwan akan transit di Denver Colorado, namun Kemenlu masih belum memberikan konfirmasi dan hanya menyampaikan saat ini pihaknya dengan Amerika Serikat sedang bernegosiasi, akan diumumkan setelah dipastikan.
Miguel Tsao mengatakan , “Kali ini pihak kami bersama Amerika Serikat sedang membahas secara seksama untuk perjalanan transit, dan masih dalam pembahasan, kami juga akan mengadopsi beberapa standar yang digunakan sebelumnya, termasuk juga demi keamanan, martabat dan kemudahan menjadi acuan konsep dalam pembahasan bersama pihak Amerika Serikat, setelah ada hasil yang lebih komprehensif, berdasarkan pada kesepakatan dari kedua belah pihak, baru akan diumumkan pada waktu yang tepat. Kami setiap kali melakukan transit selalu mendapat perlakuan terhormat dari pihak Amerika Serikat, saya berpikir kali ini juga akan mengalami yang serupa.”
Berkaitan dengan waktu kunjungan Presiden Tsai Ing-wen ke Haiti tidak lebih dari 24 jam, Wamenlu Migeul Tsao mengemukakan, dikarenakan dimulai pada bulan Februari tahun ini, Haiti terus menerus menghadapi konflik masyarakat, walaupun sementara ini kondisi ini agak mereda dan telah normal kembali, akan tetapi mempertimbangkan tidak memberikan beban bagi pemerintah Haiti atas kunjungan ini, maka kedua belah pihak sepakat, untuk kunjungan kali ini waktu diperpendek, namun pertemuan bilateral Presiden Tsai Ing-wen dan Presiden Haitu Jovenel Moise tetap berlangsung dan masih ada jamuan kenegaraan, kedua pemimpin negara akan bersama membuka acara peresmian pameran bisnis Taiwan.