(Taiwan, ROC) Hari Senin ini (1/7) adalah hari peringatan penyerahan kedaulatan atas Hong Kong dari Britania Raya kepada Republik Rakyat Tiongkok ke-22 tahun, dalam rangka mengimbau seruan tolak ekstradisi , warga Hongkong kembali turun ke jalan menyerukan protes mereka, meminta “batalkan undang-undang jahat, turunkan Carrie Lam”. Upacara pengibaran bendera di Golden Bauhinia Square pagi hari ini untuk memperingati hari penyerahan kedaulatan dihalangi oleh massa yang tolak RUU Ekstradisi yang berkumpul di sekitar gedung Dewan Legislatif, menghalangi pengibaran bendera dan konflik dengan apparat keamanan.
Perdana Menteri Su Tseng-chang hari ini menghadiri konferensi penghargaan karyawan berprestasi Chunghwa 2019, saat diwawancarai ia menyampaikan, situasi Hongkong membuktikan konsep Satu Negara Dua sistem Daratan Tiongkok di Hongkong telah mengalami perubahan besar, memicu kontra dan kepanikan dari warga Hongkong, maka dari itu wajib membela demokrasi dan kebebasan Taiwan.
PM SU Tseng-chang mengatakan , “Hari ini warga Hongkong menghadapi masa sulit, juga membuktikan janji Daratan Tiongkok “Satu Negara Dua Sistem” selama 50 tahun tidak pernah berubah, namun mengalami perubahan besar, menimbulkan kekuatiran dan kontra yang luar biasa dari masyarakat Hongkong, maka kita semestinya menjaga demokrasi kebebasan Taiwan, saya mendukung Hongkong, warga Hongkong bersemangat.”
Dalam rangka menunjukkan solidaritas kepada warga Hongkong, Ketua partai Demokrat progresif(DPP) Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam sidang regular menyampaikan, akan mempelajari perluasan praktik guna mendukung warga Hongkong, sementara sebelum aksi mogok warga Hongkong 1 Juli, Sekjen partai DPP Luo Wen-jia(羅文嘉) mengadakan tele konferensi bersama Sekjen organisasi pro demokrasi Demosisto Joshua Wong saling memberikan pandangan mengenai Satu Negara Dua Sistem.
Joshua Wang mengemukakan, “Saya yakin kondisi penerapan Satu Negara Dua Sistem di Hongkong telah menjelaskan, Satu Negara Dua Sistem sama sekali tidak boleh diterapkan di Taiwan, Saya mengharapkan masa depan sahabat Hongkong yang memperjuangkan demokrasi dan Taiwan akan terdapat semakin banyak komunikasi, masa menghadapi pemerintahan Beijing akan tiba, Hongkong dan Taiwan bersatu menghadapi ancaman, bersama memperjuangkan kebebasan dan demokrasi.”
Joshua Wang berterima kasih atas solidaritas Taiwan dalam aksi Tolak RUU Ekstradisi, ia juga mengharapkan agar kandidat Presiden Taiwan lebih memahami dan memperhatikan kondisi penerapan konsep Satu Negara Dua Sistem di Hongkong. Joshua Wang merencanakan hingga sore hari jumlah massa ikut demonstrasi akan mencapai lebih dari puluhan ribu orang, ia mengharapkan agar Hongkong dan pemerintah Beijing mau mendengar harapan masyarakat.
Sekjen partai DPP Luo Wen-jia mengemukakan, dari perbincangan dengan Joshua Wang, selain menyampaikan pihak DPP mendukung warga Hongkong, juga mengimbau partai DPP dalam pemilihan presiden awal, semestinya lebih menyadari bahwa konsep Satu Negara Dua Sistem bukan jalan yang bagi Taiwan, dan tidak diragukan lagi, sebaliknya konsep ini dapat membuat Taiwan terjerumus ke dalam jurang.