(Taiwan, ROC) – Kantor kerja dari anggota legislator Cheng Bau-ching dan Asosiasi Imigran Baru Taiwan kemarin pada tanggal 28 Juni 2019 mengadakan konferensi pers dan menyampaikan, dalam waktu 5 tahun terdekat ini, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh warga asing di Taiwan setiap tahun berkisar pada angka 5000 kasus, menyebabkan kematian 110 orang meninggal dunia, sebagian besar diakibatkan warga asing tidak memahami aturan dan lingkungan lalu lintas Taiwan. Anggota legislator Cheng Bau-ching mengemukakan, jumlah imigran baru di Taiwan menembus 700.000 orang, pemerintah aktif mempromosikan Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan, semestinya perhatian untuk masalah keamanan lalu lintas juga tidak boleh mengendur.
Selaku asisten dosen mahasiswa pelajar asing jurusan Bahasa Mandarin Universitas Kainan, Chen Jia-yi mengemukakan, usia pelajar asing antara 18-24 tahun, kelompok yang rentan mengalami kecelakaan lalu lintas, dalam fakultasnya setiap semester selalu ada pelajar asing yang mengalami kecelakaan lalu lintas, tidak hanya pengendara sepeda motor, pejalan kaki, sepeda atau ada yang ditabrak, walaupun pada akhirnya akan diselesaikan secara hukum dengan cara kompensasi, namun telah memberi pengaruh negatif baik lahiriah maupun batiniah, mereka adalah kelompok yang lemah saat penanganan kecelakaan lalu lintas karena keterbatasan bahasa.
Chen Jia-yi mengatakan, “Sebagian besar untuk sosialisasi keamanan lalu lintas maupun pendidikan lalu lintas yang diterapkan di sekolah hanya menggunakan bahasa Mandarin, untuk bahasa asing lainnya tidak banyak, pelajar kami yang mudah mengalami kecelakaan lalu lintas adalah mereka yang baru datang ke Taiwan di tahun pertama, sementara pada masa tersebut Bahasa Mandarin mereka masih sangat terbatas, apalagi saat penanganan kasus kecelakaan secara hukum perdata, masih ada prosedur pengadilan yang asing bagi mereka, sehingga mereka menjadi kelompok lemah di antara kaum lemah.”
Termasuk Asosiasi Imigran Baru Taiwan dan beberapa pengajar dan pelajar imigran baru meminta agar pemerintah memperhatikan masalah kecelakaan lalu lintas orang asing di Taiwan, mencakup secara berkala mengumumkan pendataan kecelakaan lalu lintas di Taiwan, menganalisa dan melakukan pembahasan secara bergulir, memahami permintaan tentang pendidilan lalu lintas dari kelompok masyarakat yang berbeda, memberikan sosialiasi pendidikan lalu lintas yang disesuaikan dengan multi kultur, guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kalangan warga asing.
Sekjen Hsieh Ming-hong selaku Sekjen Komite Pengarah Keselamatan Lalu Lintas Kementerian Perhubungan mengutarakan, Kemenhub semestinya dalam waktu dekat segera mengumumkan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami warga asing dan data jumlah yang terluka, meninggal, serta mengendalikan kasus kecelakaan ini; selain itu merancang situs untuk memudahkan warga asing melakukan pencarian informasi lalu lintas, di masa mendatang berinisiatif selain di kampus memberikan sosialiasi keamanan lalu lintas juga akan diadakan di pabrik, kantor RT/RW, instansi perusahaan pengerah jasa pekerja migran asing, pengantin asing dan perawat migran asing.