(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis ini (27/6) menghadiri Upacara Pelantikan Admiral Angkatan Laut, Udara dan Daratan untuk paruh akhir tahun 2019” saat memberikan sambutan menyampaikan, beberapa tahun terdekat ini Daratan Tiongkok mengintimidasi hubungan diplomatik, ancaman militer dan infiltrasi politik dengan berbagai cara menekan Taiwan, berniat merusak status quo Taiwan sehingga menimbulkan ketegangan di kawasan negara sekitar; menghadapi intimidasi militer Daratan Tiongkok, maka pemerintah wajib bersikap kukuh demi membela kedaulatan Republik Tiongkok, berjuang untuk menjaga kestabilan dan perdamaian perairan Taiwan dan kawasan, perdamaian mengandalkan pertahanan nasional, pertahanan nasional membutuhkan kalian semua.
Presiden mengemukakan, dilihat dari urusan pragmatis, upaya kemiliteran mempromosikan reformasi urusan militer telah membuahkan hasil positif mencakup pelatihan militer intensif, mengup-grade perlengkapan militer, pembangunan markas pelatihan dan pakaian militer. Untuk perihal kebijakan, semenjak Ia menjabat sebagai Presiden, industri pertahan dikategorikan dalam mata rantai industri 5+2, mengupayakan pembuatan mesin produksi nasional, kapal selam produksi nasional demi membela ketahanan nasional dan menciptakan pengembangan kekuatan asimetris. Selain itu AS memperkuat kerjasama penjualan senjata untuk Taiwan dan menormalisasikan pertukaran kerjasama urusan militer.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Menghadapi niat Daratan Tiongkok merusak perdamaian dan kestabilan regional, kita harus semakin bersatu, menstabilkan situasi lintas selat, tidak boleh mengendur, ataupun mengalah atau bersikap kompromi, sebaliknya wajib memperrtahankan kedaulatan dan keamanan nasional, agar masyarakat Taiwan turun temurun menikmati kehidupan yang merdeka, sebagai Panglima Angkatan 3 Bersenjata, saya dan semua masyarakat bersama mengemban tanggung jawab negara dan harapan masyarakat, meneruskan perjuangan pembangunan Taiwan berkelanjutan.”
Presiden Tsai Ing-wen di masa mendatang reformasi kemiliteran akan menghadapi tantangan, ia mengharapkan agar militer Taiwan tidak melupakan niat awal membela Republik Tiongkok, membela negara, ia menjabat sebagai presiden dan panglima 3 angkatan bersenjata, selalu membela kehormatan para militer pembela bangsa.