History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA Tegaskan Hubungan Diplomatik Stabil di Tengah Krisis Politik di Haiti

  • 20 June, 2019
  • 譚雲福
MOFA Tegaskan Hubungan Diplomatik Stabil di Tengah Krisis Politik di Haiti
MOFA Tegaskan Hubungan Diplomatik Stabil di Tengah Krisis Politik di Haiti

        (Taiwan, ROC) – Situasi politik di dalam negeri di Haiti dalam kondisi yang sembrawut, selain telah terjadi aksi unjuk rasa di jalan berturut yang dilakukan oleh kelompok oposisi, presiden dan parlemen memiliki perbedaan pendapat terhadap perdana menteri yang tengah diusung, sehingga menyebabkan kedudukan perdana menteri berada dalam situasi kosong lebih dari 6 bulan lamanya. Jika melihat kondisi setempat, maka keadaan persengketaan antar pihak masih akan terus berkelanjutan. Namun Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Kamis tanggal 20 Juni menyampaikan bahwa kondisi politik dalam negeri di Haiti tidak akan memberikan pengaruh terhadap hubungan politik yang terjalin dengan Republik Tiongkok.

        Kepala Bidang Urusan Hubungan Amerika Latin MOFA Alexander Yui Tah-ray mengatakan, “Hubungan diplomatik sangatlah stabil, mereka hanya menyebutkan bahwa sangat disayangkan jika kondisi saat ini tidak memiliki kepala eksekutif yang dapat menjalankan tugas, dan boleh dikatakan berada dalam masa stagnan.”

        Karena kekosongan perdana menteri, maka seluruh jajaran menteri yang ada dalam lembaga eksekutif administratif berada dalam posisi siap berhenti tugas, yang tentu saja akan mempengaruhi proses peminjaman dana bantuan pemerintah dari Taiwan untuk program pembangunan infrastuktur setempat, yang meliputi transportasi, listrik dan internet. Namun pihak MOFA menegaskan bahwa program dana bantuan tersebut, tentu mendapatkan dukungan dari para perwakilan legislator setempat, baik dari partai berkuasa maupun oposisi.

        Selain itu, negara sahabat Guatemala pada tanggal 16 Juni menggelar pemilihan presiden, yang diikuti oleh sebanyak 21 tim kandidat presiden. Adapun hasil perhitungan suara, jumlah surat suara terbanyak saat ini masih dipimpin oleh Sandra Torres, mantan ibu negara pertama dari partai Unidad Nacional de la Esperanza, dengan persentase perolehan suara mencapai 25,73%. Namun karena tidak ada salah satu kandidat yang berhasil meraih setengah dari total surat suara yang ada, maka pemilihan presiden tahap ke dua akan digelar pada tanggal 11 Agustus mendatang.

Komentar

Terbarumore