(Taiwan, ROC) – Mantan Presiden Ma Ying-jeou sebelumnya baru saja melakukan kunjungan ke Singapura, dan saat diwawancarai oleh pihak media setempat menyampaikan bahwa di Taiwan ada sebagian orang yang berprinsip apapun harus mengikuti kehendak Amerika, dan hal ini dirasakan sangatlah berbahaya. Ma berpendapat bahwa dalam menghadapi masalah perselisihan di antar selat, Amerika sama sekali tidak memiliki niatan untuk ikut campur atau menyelesaikannya.
Presiden Tsai Ing-wen dan Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 20 Juni, dalam waktu yang berbeda turut mengikuti kegiatan 1.139 tahun Dewa Lü Dong Bin. Saat Presiden Tsai Ing-wen ditanya berkenaan dengan pernyataan tersebut, ia menegaskan bahwa seluruh program yang tengah diusung oleh pemerintah dimaksudkan untuk melindungi demokrasi, kebebasan dan keamanan Taiwan sendiri. Sementara berkenaan dengan Ma Ying-jeou, yang juga sempat menjabat sebagai presiden, dirasa tentu sangat memiliki pengalaman dan juga target yang harus dicapai oleh seorang presiden.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Seluruh program yang kita miliki, tentu berawal dari target pencapaian keuntungan bagi Taiwan, dan target kita adalah melindungi demorkasi, kebebasan Taiwan, menjaga keamanan Taiwan, memastikan ekonomi Taiwan dapat tumbuh berkembang, ini adalah target kita semua. Semua program yang tengah kami lakukan dan usung, tentu merujuk kepada prediksi pencapaian target yang ada.”
Ma Ying-jeou yang kemudian juga terlihat hadir dalam kegiatan yang sama, juga ditanyakan kembali oleh media berkenaan dengan pernyataan yang sempat disebut saat melakukan kunjungan ke Singapura. Ma berpendapat bahwa di dalam berbagai kekuatan yang ada, harus mampu mencari sebuah kestabilan, dan tidak mesti harus berberat sebelah.
Ma Ying-jeou mengatakan, “Kami selalu merasa bahwa berada di tengah-tengah berbagai keuatan yang ada, harus mampu mencari sebuah titik keseimbangan. Sebelumnya di masa kepemerintahan Ma, juga sama-sama harus mengusung program yang berhubungan dengan Daratan Tiongkok, Jepang dan Amerika, dan ke semuanya harus ada proporsionalnya sendiri, dan harus ada keseimbangan di antara semuanya, tidak berat sebelah dan tidak mesti harus mendukung pihak tertentu.”
Ma Ying-jeou menambahkan bahwa jika dirinya memiliki kesempatan, maka ia siap sedia untuk bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen dan melakukan tukar pendapat, serta berbagi pengalaman.