(Taiwan, ROC) – Menteri Luar Negeri, Joseph Wu tanggal 18 untuk mengeluarkan video terkait epidemi flu babi Afrika (Asfivirus) yang menyampaikan, Taiwan bersama dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman pemikiran memberikan tekanan pada Daratan Tiongkok, apabila tidak dapat mempertahankan demokrasi hal ini akan mendatangkan tragedi bagi perkembangan demokrasi dunia.
Kepala Kantor Perwakilan Taipei untuk Uni Eropa dan Belgia, Tseng Ho-jen dan Ketua Parlemen Uni Eropa, Werner Langen, tanggal 18 Juni malam dalam pesta perpisahan anggota parlemen periode ke 8 sekaligus pesta penyambutan anggota ke 9 parlemen Uni Eropa. yang menjadi perhatian dalam jamuan kali ini adalah untuk perdana Menteri Luar Negeri, Joseph Wu melalui rekaman videonya memberikan sepatah dua patah, Joseph Wu menyampaikan terima kasih pada anggota parlemen Uni Eropa yang baru saja menyelesaikan masa baktinya, dan untuk anggota parlemen baru diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kerja sama, terus meningkatkan persahabatan dengan dasar kuat seperti yang telah ada sekarang ini.
Dalam video pidatonya, Joseph Wu secara khusus mengungkit penekanan pada Daratan Tiongkok, menyampaikan Taiwan dan Uni Eropa memiliki kesepahaman yang hampir sama dalam nilai demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia, dengan meletakkan dasar kerja sama bilateral yang akrab ; dalam menghadapi tekanan dari Daratan Tiongkok, Taiwan harus lebih memperkuat hubungan luar negeri dengan sahabat diplomatik, memperdalam hubungan kerja sama dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman yang sama seperti Jepang, Amerika Serikat dan lainnya. apabila Taiwan tidak dapat menjaga demokrasi yang sudah sulit didapatkan, maka perkembangan demokrasi Taiwan dan dunia akan menjadi sebuah tragedi besar.
Karena pemerintah Hongkong mengerakkan amandemen UU ekstradisi yang menimbulkan banyak tentangan, warga Hongkong tanggal 9, 12 dan 16 Juni kemarin berturut mengelar aksi unjuk rasa, tindakan kekerasan dan pertikaian antara kepolisian dan warga Hong Kong menjadi perhatian masyarakat dunia, selain Uni Eropa yang menyatakan turut prihatin pada warga Hong Kong, parlemen Uni Eropa belakangan ini juga memperhatikan perkembangan Hong Kong.
Kepada hadirin, Tseng Ho-jen menjelaskan, beberapa waktu ini terjadi unjuk rasa dengan cakupan yang besar di Hongkong, warga Hongkong dan Taiwan berkumpul bersama, hal ini membuktikan kalau kegagalan dari satu negara dua sistem, mengingatkan Uni Eropa bahwa Daratan Tiongkok membenci hak asasi manusia, peradilan keadilan, sedangkan unjuk rasa warga Hong Kong menolak UU Ekstradisi, dan negara-negara lain yang menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Daratan Tiongkok telah menjadi peringatan besar.
Werner Langen dalam pidatonya juga mengungkit situasi Hongkong, yang mengejutkan orang-orang adalah pihak kepolisian Hong Kong menggunakan peluru gas air dan peluru karet, sekali lagi memperlihatkan parlemen Eropa memberikan dukungan kuat pada demokrasi Taiwan, tidak peduli untuk jangka waktu panjang maupun pendek, sistem satu negara dua sistem bukanlah penyelesaian.
Dalam acara jamuan selain ketua kehormatan, Charles Tannock, mantan ketua, Hans van Baalen dan lainnya ada sekitar 40 orang legislator dari berbagai partai, asisten legislator dan media serta lainnya sekitar 100 orang lebih yang hadir, dalam acara juga mengumumkan untuk periode ketua baru untuk periode berikutnya diambil alih oleh anggota senior parlemen Uni Eropa, Michael Gahler.