History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Fall Armyworm Sudah Lebih Awal di Taiwan  Pakar Botani : Belum Pernah Terlihat Sebelumnya

  • 18 June, 2019
  • 尤繼富
Fall Armyworm Sudah Lebih Awal di Taiwan  Pakar Botani : Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Fall Armyworm Sudah Lebih Awal di Taiwan Pakar Botani : Belum Pernah Terlihat Sebelumnya

(Taiwan-ROC) -- Kabar serangan ulat “Fall Armyworm” (Spodoptera frugiperda ) yang tercium membuat para petani takut, setelah 8 Juni lalu mendapati kasus pertama ulat ini, sekarang ini dari seluruh Taiwan terkumulatif ada 68 ekor larva di ladang pertanian, pada awalnya Dewan Pertanian (COA) berharap dengan memusnahkan larva Fall Armyworm kali maka dapat menuntaskannya, tidak disangka seminggu setelah itu ulat dewasa berturut-turut ditemukan Kabupaten Hsincu, Mioli, Chiayi, Pingtung dan Hualien, hal ini membuktikan kalau ulat fall armyworm ini masih ada dan kemungkinan akan menyerang Taiwan. 

Wakil Kepala Dewan Pertanian, Chen Jun-ji dan Sun En-jang (孫岩章), profesor jurusan Patologi dn Mikrobiologi dari Universitas Nasional Taiwan yang dikenal sebagai “Dokter Botanis”, hari Selasa (18/6) menerima wawancara khusus radio. Sun En-jang menyampaikan, “Fall Armyworm” jauh lebih menyerang dan memakan tumbuh-tumbuhan dibandingkan “belalang padi”, lebih berbahaya, sebelum bulan Juni ia belum pernah melihat ulat ini di Taiwan, tetapi juga ada cara pencegahannya untuk “fall armyworm”, para petani turun ke lahan untuk melakukan pemeriksaan dan apabila ditemukan adanya larva “fall armyworm” langsung dimusnahkan dan mencegah perkembangbiakannya dengan penyemprotan pestisida, dengan demikian tumbuhan akan tetap dapat bertumbuh sehat.

Sun En-jang mengatakan, “Ciri ulat ini sangat mudah dibedakan, petani harus melakukan pencegahan dengan baik, memperhatikan apakah ulat tersebut masuk, jika ada harus segera melakukan pencegahan, lebih awal menemukan, lebih awal pencegahan maka hasilnya akan lebih baik, yang terbaik adalah memusnahkan hama ini saat masih larwa, tumbuahan jagung akan tetap sehat dan terjaga dengan baik, selanjutnya tidak akan ada masalah residu pestisida.”

Berdasarkan perkiraan Dewan Pertanian mengenai situasi resiko “fall armyworm” yang datang dari luar negeri, apabila Taiwan tidak melakukan pencegahan dengan baik maka berkemungkinan 45% tumbuhan akan terserang dengan kerugian diperkirakan mencapai NTD3,5 milyar. mengenai pencegahan “fall armyworm” Dewan Pertanian melakukan 3 tahapan pencegahan, sehubungan dengan saat ini telah ditemukan ulat dewasa di Taiwan, maka COA telah mengerahkan tahapan kedua, yaitu penyemprotan pestisida sebagai pencegahan, memasuki tahapan ketiga pengelolaannya baru diserahkan ke petani sendiri. Namun Wakil COA, Chen Jun-ji juga mengungkapkan, dikarenakan kasus “fall armyworm” merupakan yang pertama kali, saat ini pakar dalam negeri masih terus berupaya mendalaminya, siklus perkembangan “fall armyworm” selama 30 hari, bagaimana mengembangkan seperangkat SOP prosedur pencegahan dan pengendalian lahan pertanian untuk menghindari penyemprotan secara acak yang mungkin mengakibatkan “fall armyworm” semakin kuat.

Komentar

Terbarumore