(Taiwan, ROC) Dewan Pertanian (COA) tanggal 10 Juni 2019 memastikan laporan yang diperoleh hingga hari ini (17/6) dari warga serangan ulat fall army worm atau spodoptera frugiperda, sementara masih tersisa untuk laporan dari Kaoshiung dan Nantou belum diklarifikasikan. Dikarenakan masa ini memasuki tahap akhir generasi pertama larva ulat, sehingga sulit untuk mengidentifikasikan pemusnahan larva, pada hari Senin ini (17/6) diumumkan penanggulangan serangan hama tahap ke-2, mulai mengaktifkan tindakan pemusnahan telur, larva dan ulat.
Tim kerja tanggap darurat pembasmian ulat fall army worm dari COA semenjak tanggal 10 Juni setelah mengumumkan serangan hama ini terjadi di Taiwan, dengan rencana semula larva generasi pertama dengan masa pemusnahan antara 2-3 minggu, di hari berikutnya dirubah menjadi 7-10 hari. Warga dapat melaporkan kondisi serangan hama melalui saluran khusus yang disediakan, jaringan sosial media, dapat mengaktifkan APP untuk memberikan laporan, ditambah lagi pada bulan Mei telah dipasang sebanyak 500 alat pemantau perangkap, pada tanggal 13 Juni diumumkan identifikasi hama, semua tindakan ini diaktifkan guna memperlaju pemusnahan larva yang dapat merugikan produk pertanian.
Pendataan dari tim kelompok kerja, hingga tanggal 16 Juni pukul 11 pagi, warga yang melaporkan kasus serangan hama ini dapat dipastikan ada 65 kasus, tersisa kawasan Kaoshiung dan Nantou yang belum dikonfirmasikan, sementara untuk kawasan luar pulau tersisa untuk Green Island dan Orchid Island belum ada laporan serangan hama.
Pendataan terhitung tanggal 10 Juni hingga hari ini selama 1 pekan, mendekati masa akhir larva generasi pertama, tim kerja tanggap darurat mengutarakan, secra ilmiah sulit memastikan apakah perolehan laporan secara menyeluruh, pemantauan hingga lava ulat fall army worm generasi pertama serta pemusnahan. Pada pagi hari ini mengumumkan strategi penanggulangan wabah tahap ke-2, kabupaten/ kota seluruh Taiwan wajib menerapkan dengan nyata agar dapat menghindari serangan hama generasi ke-2 dan mencegah perkembangan jumlah ulat yang membesar yang dapat merugikan produk pertanian.
Menurut tim kerja tanggap darurat, fallarmy worm memiliki 4 tahap dari telur, larva, pupa dan dewasa; satu generasi selama 30 hari, dikarenakan tahap penanggulangan memasuki tahap kedua kalinya, maka selain selain memastikan ulat dengan bagian pundak setiap ruas ada 4 titik, bagian kepala masih ada huruf Y terbalik dan ulat demikian yang harus dimusnahkan, warga perlu mengenal telur, pupa dan ulat dewasa melakukan pencarian dan jika menemukan ulat tersebut wajib melaporkan.