(Taiwan,ROC) --- Direktorat Jenderal Pengawas Makanan dan Obat-Obatan (FDA) yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) baru-baru ini berhasil memperoleh persetujuan standardisasi APEC dan norma kepatuhan Sub-Komite (SCSC), untuk menggelar simposium internasional dengan tajuk “Teknik Inspeksi Obat-Obatan Terlarang dan Psikotropika Jenis Baru Tahun 2019”. Simposium akan digelar di Taiwan selama 2 hari, yakni 11 Juni hingga 12 Juni 2019, dengan mengundang berbagai perwakilan instansi asal Amerika, Eropa dan Asia. Selain itu, beberapa negara juga turut hadir menjelaskan teknik inspeksi mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknik pengemasan obat-obatan terlarang kian berkembang. Aksi ilegal tersebut semakin menambahkan jenis dari New Psychoactive Substances (NPS), serta menyulitkan prosedur manajemen pencegahan dan pengujian di lapangan. Selain itu, kasus obat-obatan terlarang kian marak terjadi di Taiwan. Tentu hal ini dapat berimbas pada kesehatan dan isu sosial di tengah masyarakat. Pemerintah pun harus mengambil langkah tegas, guna menjaga stabilitas keamanan negara.
FDA Taiwan baru-baru ini berhasil memenangkan persetujuan dari standardisasi APEC dan norma kepatuhan SCSC, dijadwalkan akan menggelar simposium bertaraf internasional dengan tajuk “Teknik Inspeksi Terhadap Obat-Obatan Terlarang dan Psikotropika Jenis Baru Tahun 2019”, pada tanggal 11 hingga 12 Juni 2019. Simposium tersebut akan mengundang para pakar dan perwakilan instansi dari Amerika Serikat, Dewan Eropa, Polandia, Jepang, Singapura, Thailand, dan Filipina. Simposium ini akan dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang didatangkan dari instansi kesehatan, kepolisian dan kehakiman.
FDA melanjutkan ajang simposium internasional ini dapat berfungsi sebagai platform yang memungkinkan anggota dari berbagai belahan dunia untuk bertukar informasi akan isu NPS dan obat-obatan terlarang. Selain itu, simposium ini dapat memperkuat teknik inspeksi dalam negeri dan meningkatkan standardisasi keamanan masyarakat Taiwan.