(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 11 Juni 2019, Presiden Tsai Ing-wen menghadiri Komunitas Pencegahan Bencana Alam di Desa Shulin Distrik Guanyin. Saat ditanya perihal tidak jelas dan absennya komentar Walikota Kaohsiung akan peristiwa demonstrasi menolak RUU Ekstradisi ke Tiongkok di Hong Kong, Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan Taiwan tidak akan pernah bisa menerima kebijakan “1 Negara 2 Sistem”. Kebijakan tersebut dinilai tidak berhasil diterapkan di Hong Kong. Warga setempat menilai asas “1 Negara 2 Sistem” hanya merusak dan menekan nilai demokrasi dan HAM. Kepala Negara menegaskan Taiwan akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan nilai kebebasan yang di dapat dengan susah payah ini.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Oleh karena itu, warga Taiwan harus menghargai nilai demokrasi yang kita miliki sekarang. Kita juga harus menghormati dan melindungi asas kebebasan. Terlebih lagi kita harus mempertahankan kedaulatan negara. Biarkan generasi penerus kita juga dapat merasakan jaminan kebebasan dan demokrasi, serta perlindungan HAM. Kita memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan dalam beberapa era generasi mendatang.”
Terkait dengan jajak pendapat Presiden Tsai Ing-wen yang telah melebihi Mantan Perdana Menteri Wiliam Lai dan berhasil berada di urutan yang sama dengan Walikota Kaohsiung, Kepala Negara menjawab dirinya tidak berhak memberikan komentar apa-pun terkait jajak pendapat saat ini. Namun demikian, ia menekankan akan berpegang pada manajemen politik nasional sebagai nilai jual yang ditawarkan dalam pencalonan presiden kali ini. Selain itu, beliau juga akan terus memberikan laporan terbuka perihal pencapaian terbaru pemerintah.
Selain itu, Han Kuo-yu beberapa saat lalu sempat mengusulkan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Bebas Hambatan Nasional No.6, dari Nantou menuju Hualien. Salah seorang anggota pemerintahan Kabupaten Hualien menguak bahwa Presiden Tsai Ing-wen pernah berjanji hal serupa.
Dalam kesempatan kali ini, Presiden Tsai Ing-wen kembali membantah pernah mengeluarkan pernyataan serupa. Ia menambahkan pengerjaan proyek tersebut mustahil dilakukan. Beliau menambahkan proyek ini baru berhasil dilaksanakan, jika didasari dengan dasar teknik yang lebih masuk akal.