History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mendukung Hongkong Memperoleh Kebebasan, Presiden Tsai: Tolak Konsep Satu Negara Dua Sistem

  • 10 June, 2019
  • 鄭蕙玲
Mendukung Hongkong Memperoleh Kebebasan, Presiden Tsai: Tolak Konsep Satu Negara Dua Sistem
Aksi protes warga Hongkong

(Taiwan, ROC) Pemerintah Hongkong baru-baru ini menetapkan rancangan undang-undang ekstradiri, hal ini memicu lebih dari jutaan warga turun ke jalan menentang kebijakan pemerintahan. Berkaitan dengan aksi protes terbesar di Hongkong, pada hari Senin ini Presiden Tsai Ing-wen (10/6) menghadiri upacara peletakan batu pertama bangunan di rumah sakit Taipei Veterans General, Beliau menyampaikan bahwa masyarakat dunia peduli kebebasan, demokrasi hak asasi manusia, termasuk pula masyarakat Taiwanpun sedang menyoroti aksi protes yang dilakukan warga Hongkong.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Juga tidak ada pengecualian bagi kami, bagi yang mengejar kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia, kami tetap bersikap selalu mendukung.”

Lebih lanjut Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan, kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia bagaikan angin, jika tidak dijaga dengan baik ada kemungkinan tidak ada kekuatan untuk mempertahankan, maka dari itu Presiden Tsai Ing-wen menekankan, pemerintah bertekad dan sama sekali tidak menerima sistem Satu Negara Dua Sistem, dikarenakan masa depan Taiwan tidak akan dikuasai oleh orang lain. Presiden Tsai Ing-wen mengutarakan, asalkan dirinya masih menjabat sebagai Presiden maka dipastikan tidak pernah menerima kebijakan Satu Negara Dua Sistem, menegaskan dirinya pasti akan mempertahankan kedaulatan Taiwan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Apabila sekali menerima konsep Satu Negara Dua Sistem, maka kebebasan, demokrasi dan HAM yang kita pertahankan di masa mendatang akan dikuasai orang lain. Kami akan terus memonitor perkembangan Hongkong dan juga mengharapkan pertahanan Taiwan kukuh, Taiwan mendukung Hongkong, kami selalu membela Taiwan.”

Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari ini memberikan komentar di LINE resmi menyampaikan, Taiwan menikmati kebebasan, demokrasi, keterbukaan, semua ini perlu diwaspadai, tidak boleh mengikuti jejak seperti di Hongkong. Dalam informasinya PM Su Tseng-chang mengemukakan, kebebasan demokrasi bukan jatuh dari langitnya, namun adalah perjuangan dari sekian banyak orang. Demi menentang rancangan undang-undang ekstradisi, lebih dari jutaan warga turun ke jalan melakukan aksi protes. Ia mengatakan, Taiwan menikmati kebebasan, demokrasi, keterbukaan, semua ini perlu diwaspadai, agar jangan sampai terbuai dengan kata-kata manis, seperti kejadian di Hongkong. PM Su mengatakan, semua wajib mengupayakan, pemerintah juga bertekad kuat melanjutkan mempertahankan dan menjaga kebebasan dan HAM semua masyarakat.

Komentar

Terbarumore