(Taiwan, ROC) Himpunan Alumni Biro Investigasi Amerika Serikat (FBINAA) Pelatihan di Kawasan Asia Pasifik ke- 22 pada hari Senin ini (10/6) menggelar upacara pembukaan di Grand Hyatt Hotel, ini merupakan pertama kalinya kegiatan diadakan di Taiwan, yang dihadiri lebih dari 20 negara di kawasan Asia Pasifik dengan sejumlah lebih dari 170 aparat penegak hukum tinggi.
Presiden Tsai Ing-wen menghadiri dan memberikan sambutan menyampaikan, Taiwan merupakan poros kawasan Indo Pasifik, juga menjadi pusat pariwisata dan perdagangan. Taiwan memiliki keunikan letak geografis dan kekuatan dalam penegakan hukum, sehingga menjadi mata rantai penting dalam pencegahan kriminalitas lintas negara. Presiden Tsai Ing-wen berkomitmen untuk mewujudkan visi awasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, bekerjasama dengan negara-negara sependapat di kawasan ini agar menciptakan kondisi aman dan makmur serta para peserta yang datang ke Taiwan menghadiri acara kegiatan ini dapat menandakan kekompakan dan upaya yang telah dijalankan.
Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, Taiwan sedang mengupayakan ekspansi kerjasama jaringan pemberantasan kriminal, tidak saja telah menandatangani perjanjian kerjasama dan nota kesapahaman dengan beberapa negara diantaranya Amerika Serikat, Filipina, Nauru dan Palau, juga menjalin kerjasama intelijen dengan Asia Timur dan Asia Tenggara, Taiwan dalam masa jangka panjang bekerjasama dengan Amerika memberantas terorisme, serta menjadi mitra kerjasama yang dapat diandalkan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Menghargai aturan hukum yang menjadi nilai universal, memberantas kejahatan perlu adanya kerjasama lintas negara. Saya sampaikan kepada semua hadirin, Taiwan adalah mitra yang dapat diandalkan, juga menjadi kekuatan dunia yang baik dan bersahabat.”
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, dirinya yakin dalam forum pembahasan beberapa hari ini akan memicu pemikiran ide-ide baru dan semakin banyak kerjasama yang dapat dijalankan, Ia juga mengharapkan agar para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelajahi Taiwan, memahami karakteristik Taiwan, segala informasi yang diperoleh dari Taiwan dibawa kembali ke tanah air masing-masing, karena setiap kali berbagi pengetahuan dan pengalaman bermanfaat yang dapat membantu perjuangan keadilan bagi semakin banyak orang.