(Taiwan, ROC) Taiwan bersama Himpunan Alumni Biro Investigasi Amerika Serikat (FBINAA) mengelar pelatihan kawasan Asia Pasifik tahun 2019 di Taipei berlangsung pada hari Senin ini (10/6), kegiatan yang dihadiri lebih dari 20 negara kawasan Asia Pasifik dan lebh dari 170 aparat penegak hukum tinggi yang ikut serta.
Kunjungan untuk kali ini dengan aparat berpangkat tertinggi dari FBI Amerika Serikat yaitu Paul Abbate, merupakan pertama kali datang ke Taiwan, dalam memberikan kata sambutan menyampaikan rasa terima kasih atas upaya kuat yang dilakukan oleh Taiwan menggelar kegiatan ini. Ia menekankan, FBI Amerika Serikat menghormati kedaulatan setiap negara, menjalankan kerjasama yang berkaitan dengan keadilan serta penegakan hukum, agar semua negara dapat bersama-sama menikmati, bahkan termasuk untuk negara kecil juga memiliki kesempatan menikmati kemajuan ini dan menghindari kebebasan mereka dirampas oleh negara-negara kuat maka semua wajib bersatu dan membahas serta saling berbagi cara-cara dan praktik baru melawan ancaman teroris dan pengganggu cyber.
Wakil Direktur Kantor Perwakilan Amerika Serikat di Taiwan(AIT), Raymond Greene mengemukakan, Taiwan menjadi contoh bagi negara-negara kawasan Indo-Pasifik untuk mencari masa depan yang lebih cerah, namun sayangnya Taiwan diabaikan dari sekian banyak organisasi internasional sehingga beresiko tinggi bagi negara-negara lain di dunia, maka dari itu Taiwan dan akademi FBI membentuk jaringan untuk menjaga keamanan bersama.
Wakil Dirjen Biro Investigasi Lu Wen-chung mengingatkan, Taiwan mampu mengupayakan menjadi sebagai tuan penyelenggara kegiatan ini, benar-benar di luar dugaan, semua pertukaran dan kerjasama berjalan dengan lancar.
Lu Wen-chung (呂文忠) mengatakan, “Wakil Dirjen adalah jajaran apparat tertinggi Biro Investigasi (FBI)Amerika Serikat pertama kali datang ke Taiwan, hal ini juga menunjukkan instansi penegak hukum Taiwan memiliki kerjasama dengan FBI, hubungan yang terjalin sangat akrab, di masa mendatang akan bersama-sama memerangi kejahatan lintas negara. Ini merupakan tonggak kerjasama yang sangat penting sekali.”
FBI membentuk akademi di mana setiap tahun akan menyelenggarakan pelatihan selama 10 hari, hampir 10% kuota terbuka untuk semua negara untuk ikut serta, semenjak tahun 1966 sudah ada 36 orang dari Taiwan yang ikut serta dalam pelatihan ini, pada tahun ini petugas dari Biro Investigasi berusia 34 tahun Tsai Pei-wen berangkat ke Amerika Serikat untuk ikut berpartisipasi.
Tsai Pei-wen adalah lulusan jurusan hukum dan Magister Administrasi Bisnis dari NTU, membagi pengalaman pelatihan kali ini, selain dia berhasil lulus untuk lomba halang rintang 10 km, hal yang paling mengesankan bagi Tsai Pei-wen adalah selama pelatihan ada kegiatan malam internasional, setiap peserta akan mewakili negaranya untuk memperkenalkan kuliner dan budaya, di booth yang dijaganya dilengkapi dengan bendera Republik Tiongkook dan menyajikan minuman arak kaoliang, bakcang, teh susu bubble dan telur hitam.Tsai Pei-wen juga memperkenalkan kepada teman-temannya telur hitam disebut dengan telur ribuan tahun.
Tsai Pei-wen mengutarakan pelatihan kali ini ada 256 peserta, rata-rata berusia 45 tahun, paling tua berusia 60 tahun, setelah menjadi alumni, maka akan membantu sangat bermanfaat baginya untuk mengerjakan hal-hal yang relevan dengan semua urusan internasional .