Ketua Koordinator Civil IoT Lu Chung-chin (呂忠津) dan General Manajer Weather Risk Explore Inc. Peng Chi-Ming (彭啟明) menghadiri sidang Meteorologi Dunia dari Organisasi Meteorologi PBB (WMO), dikarenakan mendapat tekanan dari Daratan Tiongkok dan kualifikasi partisipasi dibatalkan maka Kemenlu pada hari Senin ini (10/6) mengecam tindakan ancaman yang diberikan oleh Daratan Tiongkok yang membatasi partisipasi warga Taiwan dalam organisasi internasional, serta menyesali WMO tidak bersikap tegas dan selalu mengikuti tindakan ancaman yang dilakukan Daratan Tiongkok.
Kemenlu mengatakan, setelah kejadian ini, kantor perwakilan Republik Tiongkok di Jenewa mengupayakan melalui negara-negara yang memiliki pandangan yang sama untuk menyuarakan partisipasi Taiwan, akan tetapi WMO lebih tunduk kepada Daratan Tiongkok, dalam menghadapi posisi sulit bagi untuk berpartisipasi dalam kegiatan internasional maka Kemenlu menghimbau kepada komunitas internasional untuk turut memberikan dukungan kepada Taiwan.
Juru Bicara Kemenlu Andrew H.C. Lee (李憲章) mengatakan, “Berkoordinasi dengan negara-negara memiliki pandangan yang serupa, terus mengupayakan melalui berbagai cara, meminta agar sistem PBB memiliki cara untuk memperbaiki perlakuan diskriminasi yang tidak layak terhadap kami.”
Kemenlu mengusulkan kebijakan diplomasi lingkungan, dengan tujuan utama adalah mengupayakan agar dapat berpartisipasi dalam konvensi perubahan iklim UNFCCC, masa lalu melalui ITRI (Institut penelitian teknologi industrial) non pemerintah menjadi sebagai anggota pengamat dalam sidang WMO; akan tetapi kali ini dengan status swastapun ditolak, berdasarkan sumber informasi yang ada instansi terkait sedang merencanakan langkah aktif agar tahun ini tetap bisa menghadiri sidang WMO.