(Taiwan, ROC) - Hubungan diplomatik antara Taiwan dan Kepulauan Solomon sangat stabil, dan mayoritas anggota parlemen serta rakyatnya mendukung terus dijalinnya hubungan diplomatik dengan Taiwan, demikian ditegaskan Ketua Departemen Urusan Asia Timur dan Asia Pasifik di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Ger Baushuan (葛葆萱), dalam temu pers rutin MOFA, Kamis, 6 Juni.
Pernyataan Ger disampaikan untuk merespon laporan surat kabar The Guardian dari Inggris bahwa pemerintah baru Kepulauan Solomon sedang mempertimbangkan apakah akan meneruskan hubungan diplomatik dengan Taiwan atau mengalihkan pengakuan pada RRT, dan bahwa keputusan terakhir akan diambil dan diumumkan dalam kurun waktu 100 hari mendatang.
Ger Baoshuan mengatakan, “Proporsi yang tepat tidak saya ketahui, tapi anggota yang pro-Tiongkok sangat sedikit. Saya tidak tahu siapa, yang dipastikan adalah jumlahnya sangat minim. Dukungan pada kami sangat tinggi, terutama dari rakyatnya. Kita bisa melihat dari situasi sebelum dan sesudah pemilu di Kepulauan Solomon. Tentu saja, ada media setempat yang pro-Tiongkok, tapi jumlahnya hanya satu atau dua. Pada hakekatnya, mayoritas opini publik memihak pada Taiwan.”
Sementara itu, saat menerima wawancara radio AsiaFM, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menyebutkan bahwa tindakan politik uang oleh Tiongkok dalam menekan Taiwan adalah sebuah peringatan keras terkait hubungan luar negeri Taiwan.
Presiden Tsai mengatakan, “Banyak negara, khususnya negara demokratis, telah menemukan kenyataan ini. Andaikata Tiongkok terus menggunakan sumbernya yang besar untuk memperluas kekuatan pengaruh di dunia, bagi negara yang berasaskan demokrasi, ini juga suatu peringatan.”
Untuk itu, menurut kepala negara, negara-negara itu pun mulai memperhatikan dan memberi bantuan pada negara-negara yang membutuhkan dukungan, dan kemudian mengokohkan persatuan antara negara-negara pendukung demokrasi.