(Taiwan, ROC) Pada malam sebelum peringatan Insiden 4 Juni Tiananmen 1989 ke-30 tahun, Presiden Tsai Ing-wen pada hari Senin (3/6) berada di Istana Kepresidenan bertemu dengan delegasi aktivis demokrasi luar negeri. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, baik insiden Tiananmen maupun majalah Formosa merupakan kunci pokok sejarah perkembangan demokrasi masyarakat antar selat, namun setelah itu arah perkembangan yang dijalankan oleh kedua selat berbeda. Ia mengutarakan, Taiwan sangat memperhatikan perkembangan demokrasi dan HAM masyarakat Daratan Tiongkok, jika pihak Daratan Tiongkok mengarah pada jalan ini, maka hal yang dapat dilakukan Taiwan akan diupayakan semaksimal mungkin.
Saat pertemuan Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, bahwa pada tahun ini merupakan peringatan insiden Tiananmen ke-30 tahun, bagi antar selat, kedua peristiwa ini dengan pokok utama adalah perkembangan demokrasi, akan tetapi setelah kedua insiden ini perjalanan demokrasi dan HAM antara Taiwan dan Daratan Tiongkok berbeda dan kelajuan yang berbeda. Presiden Tsai Ing-wen, “30-40 tahun yang lalu, kami berdiri di depan persimpangan jalan, akan tetapi, Taiwan sangat kukuh dengan dengan pilihan demokrasi dan jalan kebebasan, namun yang sangat disayangkan, walaupun dalam beberapa tahun ini Daratan Tiongkok mengalami kemajuan akan tetapi dalam hal demokrasi dan HAM mengalami penyusutan.”
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, sebenarnya Taiwan dengan masa sulit sepanjang perjalanan demokrasi, hingga sampai saat ini, maka sangat mengapresiasi para pendahulu yang telah berkorban. Ia juga beranggapan, di tengah gejolak insiden majalah Formosa, aktivis demokrasi senior berani dalam menghadapi, membuka jalan dan memotivasi generasi berikutnya, partai demokrat progresif terlahir dalam kondisi demikian, maka walaupun dalam partai terdapat banyak perbedaan pandangan namun tidak akan memberikan kekecewaan bagi pendahulu yang telah memperjuangkan demokrasi.
Presiden Tsai mengemukakan, setelah kejadian insiden ini, namun masih banyak hal yang belum diklarifikasikan, dapat belum ada titik temu, maka hal pertama yang akan dilakukan adalah mulai mencabut keterlibatan politik maupun pelaku yang dinyatakan bersalah akibat penghukuman yang tidak benar, inilah yang menjadi keadilan transisional Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Kami juga sangat memperhatikan perkembangan demokrasi dan HAM masyarakat Daratan Tiongkok saat ini, ini merupakan nilai universal, kami juga mengharapkan agar Daratan Tiongkok dapat mengambil arah jalan ini, walaupun akan menghadapi masa sulit, akan tetapi mengarah pada jalan ini, jika kami dapat dapat menjalankannya, akan kami upayakan bersama.”
Saat bertemu dengan delegasi perwakilan luar negeri Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, salah satu bagian dari peranan insiden majalah Formosa, didampingi oleh Sekjen Istana Kepresidenan Chen Chu, oleh Presiden Tsai secara khusus menjelaskan banyak pengalaman dan cerita yang dapat dibagikan oleh Chen Chu.