History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Filipina Berencana Menarik Larangan Impor Produk Laut Hasil dari Fukushima

  • 01 June, 2019
  • 譚雲福
Filipina Berencana Menarik Larangan Impor Produk Laut Hasil dari Fukushima
Filipina Berencana Menarik Larangan Impor Produk Laut Hasil dari Fukushima

        (Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari Jumat tanggal 31 Mei menerima kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Tokyo. Usai pertemuan disebutkan jika Filipina berencana akan menarik kembali larangan impor produk laut yang dihasilkan dari Fukushima Jepang, dan hal ini tentu sangat diapresiasi oleh pihak pemerintah Jepang.

        Dalam pemberitaan media Shankei Shimbun, Shinzo Abe di tempat kediamannya menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Rodrigo Duterte. Rodrigo Duterte menyampaikan bahwa Fukushima mengalami bencana ledakan nuklir pada bulan Maret 2011 silam, sehingga pihak Filipina juga memberlakukan larangan untuk mengimpor produk laut yang dihasilkan dari Fukushima, namun saat ini tengah mempertimbangkan untuk mencabut larangan tersebut.

        Usai pertemuan, Shinzo Abe dan Rodrigo Duterte tampak menggelar jumpa pers bersama. Shinzo Abe menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi pertimbangan yang tengah dilakukan oleh pihak pemerintah Filipina. Adapun produk pertanian dan kelautan yang dihasilkan dari Fukushima sendiri, juga telah dilakukan pengetesan lebih cermat dan terjamin keamanannya. Pihak pemerintah Jepang juga akan terus berupaya melakukan komunikasi negosiasi dengan negara lain untuk bisa turut memberikan keringanan atau kelonggaran peraturan impor, menarik kembali larangan yang sebelumnya sempat diberlakukan dan mengentaskan semua rumor yang selama ini beredar di kalangan para konsumen.

        Media Shankei Shimbun memberitakan bahwa hingga saat ini pihak Korea Selatan masih memberlakukan larangan impor terhadap 8 jenis produk laut untuk diimpor masuk ke Korea, sementara bagi pihak Filipina sendiri yang tengah mempertimbangkan pencabutan larangan tersebut, tentu sedikit banyak akan memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha bidang industri kelautan Jepang.

        Berkenaan dengan hal ini, pihak pemerintah Jepang menyebutkan bahwa saat ini Filipina meminta pihak terkait dari Jepang untuk bisa melakukan inspeksi pemeriksaan dan memberikan laporan yang lebih mendetail terkait kandungan radiasi nuklir, khususnya untuk beberapa produk yang dihasilkan dari beberapa kabupaten dan kota, seperti produk daging sapi, sayur mayur dan produk laut. Namun untuk beberapa jenis produk laut seperti cumi-cumi, ikan giok, ikan kerapu dan ikan ubi yang dihasilkan dari Fukushima, masih tetap dilarang untuk diimpor masuk ke Filipina.

        Dari media Mainichi Shimbun Jepang memberitakan bahwa pejabat bidang pertanian dan kelautan Jepang menyebutkan bahwa pihak Filipina ingin mencabut larangan impor tersebut, namun untuk masalah waktu pencabutan, jumlah produk dan langkah selanjutnya usai pencabutan larangan, masih belum dibahas lebih lanjut.

        Sehubungan dengan larangan impor dari produk Fukushima, selain Filipina, masih ada Taiwan, Daratan Tiongkok dan Korea Selatan yang masih memberlakukan larangan impor masuk.

Komentar

Terbarumore