(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan perang dagang antara Amerika dan Daratan Tiongkok yang kini semakin memanas, Presiden Amerika Donald Trump mengambil keputusan tanpa peringatan sebelumnya berkenaan dengan akan menaikkan pajak impor untuk produk asal Meksiko, sehingga hal ini turut menjatuhkan kepercayaan di mata para pelaku usaha dan investor. Bursa saham Amerika pada hari Jumat tanggal 31 Mei mengalami kemerosotan tajam, yakni turun sebanyak 354 poin, dan menjadi catatan 6 hari kelam berturut untuk bursa saham Amerika, yang mana menjadikan perekonomian Amerika berada dalam kondisi yang terburuk selama 8 tahun terakhir ini.
Donald Trump pada hari Kamis tanggal 30 Mei sebelumnya menyebutkan bahwa per tanggal 10 Juni mendatang, pihak Amerika akan menaikkan pajak untuk produk impor asal Meksiko sebesar 5%, yang mana peraturan ini baru akan dihentikan hingga pihak Meksiko dapat memastikan warganya tidak lagi menyusup masuk ke wilayah Amerika. Adapun pajak yang dinaikkan sebesar 5 % tersebut, masih berkelanjutan dengan kebijakan berikutnya, yakni jika pihak Meksiko masih tidak dapat memenuhi permintaan dari Gedung Putih, maka per tanggal 1 Oktober, pajak akan dinaikkan hingga mencapai 25%.
Pemerintah Trump sendiri telah menaikkan pajak barang impor dari Daratan Tiongkok sebesar 25%, dengan nilai total sebesar US$ 250 milyar dalam pergulatan perang dagang kali ini.
Karena rapat negosiasi penyelesaiaan masalah perang dagang antara Amerika dan Daratan Tiongkok mengalami kebuntuan, maka Donald Trump segera menggarisbawahi tanda perang dagang. Selain dengan pihak Daratan Tiongkok, pemerintah Amerika juga melayangkan ultimatum perang dagang dengan pihak Meksiko, yang mana diprediksi semua keputusan yang diambil tersebut bisa memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan perekonomian Amerika sendiri, dan mematikan rasa percaya dari para pelaku usaha maupun investor.
Bursa saham Amerika sendiri mengalami kemerosotan tajam, dimana untuk Dow Jones sendiri mengalami penurunan sebesar 354,84 poin, atau 1,41% dengan bertengger pada level 24.815,04. Untuk Standard & Poor’s 500, jatuh sebesar 36,8 poin atau turun 1,32%, dan berada pada level 2.752,06 poin. Sementara untuk Nasdaq, jatuh 114,57 poin atau turun 1,51% dan berada pada level 7.453,15 poin.