(Taiwan-ROC) – Beberapa hari lalu tersebar kabar bahwa Asfivirus flu babi telah mewabah di Korea Utara, dan tanggal 30 Mei 2019 secara resmi memberikan laporan pada World Organization for Animal Health (OIE), sehubungan dengan tidak ada batasan geografis yang jelas antara Korea Utara dan Korea Selatan, untuk itu Biro Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) di bawah Dewan Urusan Pertanian khawatir dengan penyebaran epidemi ini sehingga memasukkan Korea Selatan sebagai daerah yang berisiko tinggi wabah Asfivirus.
Berdasarkan informasi situasi epidemi dari OIE, wabah di Korea Utara terjadi di sebuah peternakan babi di Chagang-Do, yang berdekatan dengan tempat di Provinsi LiaoNing, Daratan Tiongkok yang mana tempat ini merupakan tempat munculnya kasus pertama flu babi di Daratan Tiongkok, saat itu 77 ekor babi dari 99 ekor babi di peternakan tersebut mati, sedangkan sisanya 22 ekor dimusnahkan. Dengan timbulnya wabah flu babi di Korea Utara sehingga bertambah satu lagi negara di benua Asia di luar Daratan Tiongkok setelah Mongolia, Vietnam dan Myanmar, dengan demikian sudah ada 5 negara di Benua Asia yang dimasukkan dalam daftar negara wabah flu babi, dan sebagai negara pertama di Timur Laut Asia yang terkena epidemi ini.
CDC menyampaikan, saat ini barang-barang yang dibawa wisatawan dan penumpang pesawat terbang dari Daratan Tiongkok, Hongkong, Macau, Vietnam, Laos, Kambodia, Myanmar dan Thailand yang tiba di bandara Internasional Taoyuan juga akan diperiksa, selain barang yang titipkan dalam bagasi sebagai tindakan pencegahan penyebaran. sehubungan dengan diberitahukan bahwa Korea Utara telah dimasukkan sebagai negara yang terkena epidemi flu burung, maka pada tanggal 31 Mei dini hari tadi penumpang pesawat dari Korea Utara juga dimasukkan dalam penumpang yang diperiksa barang-barang bawaannya, baik yang dibawa sendiri maupun yang dititipkan di bagasi, semua harus melalui pemeriksaan sinar X dan pemeriksaan petugas.