(Taiwan, ROC) – Dewan Administrasi Makanan dan Obat-Obatan atau FDA pada tanggal 7 Juni tahun 2018, secara resmi menjadi anggota The International Council for Harmonisation of Technical Requirements for Pharmaceuticals for Human Use atau ICH. Dengan hampir genap satu tahun usia keanggotaan, Kepala FDA Wu Shou-mei akan mewakili pihak pemerintah, mempimpin rombongan untuk mengikuti rapat tahunan ICH dan berperan sebagai Ketua Rapat ICH tahun ini.
ICH sendiri dibentuk pada tahun 1990 dengan tujuan untuk merekonsiliasi peraturan tentang dunia medis dan obat-obatan, dengan keanggotaan perwakilan dari masing-masing instansi bidang administrasi obat-obatan yang ada di dunia, dan melakukan rapat secara berkala. Rapat ICH tahun ini akan diselenggarakan selama 6 hari, dan dimulai pada tanggal 1 Juni di Amsterdam Belanda.
Pada tahun 2008, Taiwan diundang dengan status sebuah tim kecil, dan pada tahun 2016 Taiwan menghadiri rapat dengan status sebagai anggota pengamat, dan kemudian pada tanggal 7 Juni 2018, Taiwan secara resmi menjadi anggota dari ICH. Wu Shou-mei menyampaikan bahwa pihak FDA selaku anggota dari ICH, tidak semata hanya mendapatkan apresiasi dunia dalam bidang peraturan obat-obatan saja, namun juga berhasil mendapatkan hak untuk bersuara dalam panggung internasional.
Wu Shou-mei mengatakan, “Tahun ini dapat bersuara dengan status sebagai anggota resmi, saya rasa ini adalah sebuah perasaan yang sangat gembira, berbahagia dapat dengan status anggota dan bersuara berdiskusi dengan dunia. Membahas peraturan perihal obat-obatan bersama dengan yang lainnya, memastikan setiap negara dapat menerima petunjuk peraturan tentang farmasi. Saya kira kita dapat mengikuti rapat dengan status seperti demikian, ini menunjukkan jika peraturan terkait obat-obatan Taiwan juga memiliki keunggulan tersendiri di dunia.”
Karena dalam ICH, Daratan Tiongkok juga menjadi salah satu anggota resmi, maka hal ini turut menuai perhatian internasional, apakah Taiwan juga akan kembali menghadapi tekanan yang ada. Wu Shou-mei mengakui bahwa meskipun ICH adalah organisasi yang khusus mengurusi perihal teknis, tentu sudah pasti akan turut serta mendapatkan tekanan besar.
Wu Shou-mei mengatakan, “Tentu yang diharapkan adalah mereka Daratan Tiongkok ikut bergabung terlebih dahulu, barulah kita ikut bergabung. Oleh sebab itu pada tahun 2017, kita telah dua kali mengikuti rapat dengan status sebagai pengamat. Pada tahun 2016, kita berharap pada tahun 2017 bisa menjadi sebagai anggota resmi, namun hal ini terpaksa diundur satu tahun. Tetapi kami tetap mengucapkan banyak terima kasih kepada negara-negara lain yang telah memberikan dukungan kepada kami, karena mereka melihat kemampuan dan keunggulan yang dimiliki oleh Taiwan.”
Wu Shou-mei menjelaskan bahwa sebelum FDA bergabung dengan ICH, sebenarnya juga telah mengikuti peraturan obat-obatan yang diberlakukan oleh dunia, termasuk standarnisasi GMP dan persiapan penggunaan obat untuk pasien. Selain itu, FDA juga telah menyelaraskan bahan materi laporan terkait obat-obatan dengan yang diberlakukan oleh dunia internasional. Setelah menjadi anggota, maka semua peraturan yang ada telah dipersiapkan, dan ini juga memberikan keuntungan dalam hal pengembangan medis dan obat dalam negeri, serta turut membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan obat-obatan.
FDA menjelaskan bahwa mayoritas anggota ICH adalah Uni Eropa, Amerika dan Jepang. Taiwan berharap dapat memberikan suaranya melalui organisasi khusus bertaraf internasional seperti demikian, membangun sebuah standarnisasi untuk obat-obatan yang dijual untuk umum. Hal ini selain dapat mengurangi permasalahan dengan peraturan yang diberlakukan di negara lain, juga mampu mendorong perkembangan industri farmasi yang ada. Pihak FDA menyebutkan bahwa dengan adanya keikutsertaan secara nyata dan langsung tersebut, selain mengurangi masalah teknis peraturan obat-obatan di masing-masing negara, juga sekaligus mendorong usaha farmasi dalam negeri ke dunia internasional.