(Taiwan-ROC) Anggota Komite Hubungan Luar Negeri, Yuan Legislatif melakukan pemeriksaan penandatanganan “Dokumen entitas penangkapan ikan”Taiwan dalam “South Indian Ocean Fisheries Agreement/SIOFA), legislator Guo Kuo-wen hari Senin (27/5) mempertanyakan, apakah pemerintah berencana untuk menggunakan nama “Chinese Taipei” dalam partisipasinya ini, padahal pada tahun 2002 memperpanjang keanggotaan di komisi konservasi ikan tuna atau Commission for the Conservation of Southerm Bluefin Tuna(CCSBT) sehingga dapat berpartisipasi dengan nama “Fishing Entity of Taiwan”, oleh karena itu Guo Kuo-wen merasa, dalam Komiter Koordinasi Amerika Utara semua akan mengganti namanya, apakah juga dapat menggunakan nama “Fishing Entity of Taiwan” untuk bergabung dalam SIOFA. Kepala Divisi Internasional, Kementerian Luar Negeri, Chen Long-jin merespon dengan menyampaikan, situasi dari masing-masing organisasi perikanan berbeda, Kemenlu akan meneliti apakah memungkinkan untuk menggunakan nama yang lain dalam perjanjian SIOFA.
Mengenai kebanyakan posisi Taiwan hampir sama dengan pihak lainnya, Wakil Menteri Luar Negeri, Kelly Hsieh Wu-jiao mengemukakan, pihaknya memiliki kebanyakan dari kedaulatan sebagai mitra perjanjian, hanya saja tidak memiliki hak untuk megubah peraturan dan turut dalam pemilihan wakil ketua.
Kelly Hsieh Wu-jiao mengatakan, Di satu sisi kami tidak berpartisipasi pada bagian peraturan yang direvisi, satunya lagi adalah kami pada bagian ketua dan wakil ketua organisasi ini, kami tidak bisa dipilih, yang lainnya baru kami bisa.”
Guo Kuo-wen lebih lanjut bertanya, apakah Taiwan dimasukkan sebagai mekanisme penyelesaian sengketa dalam SIOFA, Kepala Divisi Revisi Peraturan, Kemenlu Liang Kuang-zhong saat merespon dengan jelas memastikan kalau Taiwan dimasukkan didalamnya.