History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tarif Pajak 15 Produk Pertanian Perikanan Diturunkan Untuk Partisipasi CPTPP?

  • 27 May, 2019
  • 鄭蕙玲
Tarif Pajak 15 Produk Pertanian Perikanan Diturunkan Untuk Partisipasi CPTPP?
Menkeu Su Jian-rong saat sidang interpelasi, merespon penurunan bea pajak guna menunjukan liberalisasi perdagangan Taiwan

(Taiwan, ROC) Komite Keuangan Yuan Legislatif pada hari Senin ini (27/5) meninjau rancangan “pajak parsial tarif bea masuk”, Kementerian Keuangan mengeluarkan usulan penurunan pajak terhadap beberapa produk beku seperti ikan Shishamo, kerang, chinese yam, satsuma, kulit berbahan susu, miso, mayonnaise, saus kare dan anggur sereal, ada 15 jenis produk perikanan pertanian dan makanan olahan yang akan mendapatkan keringanan biaya pajak. Kemenkeu melaporkan, berkaitan dengan penurunan tarif pajak, maka bisa meningkatkan pilihan konsumsi, menurunkan modal pengolahan produk dan menanggapi permintaan impor bahan baku industri dalam negeri dan meningkatkan keunggulan kompetitif industri dalam negeri, dengan kesempatan ini agar tarif yang dikenakan semakin rasional, bersifat kondusif bagi Taiwan untuk ikut serta dalam ekonomi regional dan menjadi satu langkah maju untuk berintegrasi dengan Kemitraan Trans Pasifik Komperehensif Progresif (CPTPP).

Selain mengurangi tarif pajak pada 15 produk pertanian dan perikanan, dalam rangka menanggapi kerjasama perjanjian ekonomi Taiwan dengan Paraguay, maka akan menurunkan biaya pajak untuk produk minuman infus tradisional “mate” berikut 29 item produk lainnya dari Paraguay, produk beku urat babi secara bertahap dalam waktu 5 tahun pajak dikurangi hingga biaya pajak nol. Prakiraan dari Kemenkeu, kerugian pajak yang diderita setiap tahun mencapai lebih dari 200 juta NTD. Legislator KMT Lin Te-fu(林德福) mempertanyakan kepada Menkeu Su Jian-rong (蘇建榮) mengatakan, Kemenkeu secara besar-besaran melakukan penurunan tarif pajak, dengan tujuan untuk berpartisipasi dalam CPTPP, akan tetapi sementara ini CPTPP dipimpin oleh Jepang, hubungan antara Daratan Tiongkok–Jepang cukup baik, sementara hubungan lintas selat menghadapi situasi tegang, dia tidak beranggapan bahwa penurunan pajak belum dapat dijadikan sebagai alat untuk bernegosiasi. Menkeu Su menjawab, tujuan dari penurunan pajak adalah menunjukan tekad Taiwan dalam liberalisasi ekonomi dan perdagangan.

Su Jian-rong mengatakan, “Penurunan pajak pada dasarnya merupakan tanggapan kami atas tekad dalam penerapan liberasasi ekonomi Taiwan, tentu saja tidak mungkin dikarenakan ingin bergabung dengan Kemitraan Trans Pasifik Komperehensif Progresif (CPTPP), setelah bergabung lalu menurunkan tarif pajak, tentu saja perlu ada penyesuaian pajak secara bertahap, agar industri dalam negeri Taiwan dapat beradaptasi secara perlahan, saat kita akan berpartisipasi, kemampuan beradaptasi juga akan lebih baik.”

Analis senior kantor negosiasi perdagangan Yuan Eksekutif  Hsiao Chen-jung(蕭振榮) mengatakan, total ekspor Taiwan ke negara-negara anggota CPTPP mencapai sekitar 21%, bahkan masa lalu CPTPP dan TPP yang semula dipimpin oleh Amerika Serikat tidak sama, apakah Taiwan juga berpeluang untuk berpartisipasi, atau hanya menjadi pikiran dari sebagian negara anggota, sementara ini masih terus diupayakan dengan berbagai cara termasuk berkomunikasi dengan negara-negara anggota.

Komentar

Terbarumore